UEFA Nations League: Kroasia Dibantai Inggris 0-7, Modric Desak Tim Bangkit Hadapi Spanyol

Senin, 05 Okt 2026, 00:04 WIB

RIJEKA – Luka Modric mengaku malu melihat penampilan Kroasia setelah negaranya dipermalukan Inggris 0-7 di Rijeka, Minggu (4/10) dini hari WIB. Kekalahan telak tersebut tercatat sebagai kekalahan terbesar dalam sejarah sepak bola Kroasia.

Kroasia sebelumnya pernah mengalami kekalahan 0-6 dari Spanyol pada tahun 2018. Namun, hasil melawan Inggris kali ini terasa jauh lebih menyakitkan bagi Modric, yang merupakan pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Kroasia.

Ket. Foto: Luka Madric. — Sumber: UEFA

Gelandang berusia 41 tahun itu menilai kekalahan tersebut bukan semata-mata karena Inggris tampil lebih baik, melainkan akibat buruknya sikap dan permainan Kroasia di lapangan.

“Sangat sulit menemukan penjelasan untuk penampilan seperti ini tanpa duel, tanpa pelanggaran, tanpa agresivitas, tanpa kebersamaan,” kata Modric kepada Jutarnji.

“Saya sudah berada di sini selama 20 tahun, tetapi untuk pertama kalinya saya merasa malu setelah sebuah pertandingan.”

Modric mengakui Inggris memang berada dalam level yang lebih baik saat ini. Namun, menurut dia, hal tersebut tidak bisa menjadi alasan bagi Kroasia untuk menyerah tanpa perlawanan.

“Boleh saja kalah, atau bermain menghadapi lawan yang lebih baik, dan saat ini mereka memang lebih baik. Tetapi, bagaimanapun juga, kalah dengan cara seperti ini dan menyia-nyiakan reputasi yang sudah kami bangun selama bertahun-tahun adalah sesuatu yang tidak dapat diterima,” ujarnya.

“Kalian tidak bisa bermain sepak bola seperti itu. Kalian tidak bisa bermain seolah-olah kehilangan dua pemain. Kami bahkan terlihat seperti bermain dengan empat atau lima pemain lebih sedikit. Ini adalah malam yang benar-benar katastrofik.”

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Kroasia yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa. Modric menilai timnya kehilangan hampir seluruh karakter yang selama ini menjadi identitas mereka.

Kroasia tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan tersebut. Mereka akan kembali bertanding dengan menghadapi Spanyol di Split, Selasa (7/10).

Pertandingan tersebut menjadi ujian berat lainnya karena Spanyol tengah sempurna di Nations League. Sang juara dunia belum kehilangan poin dan sebelumnya sudah mengalahkan Kroasia 4-1 pada pertemuan pertama.

Modric meminta rekan-rekannya segera bangkit dan menunjukkan karakter yang berbeda.

“Kami harus menyatukan kembali diri, tetap bersama karena pertandingan sulit lainnya sudah menunggu,” kata Modric.

“Kami harus menunjukkan warna asli kami. Harus ada perlawanan dan kebanggaan dalam diri kami, keinginan, kemauan, serta kebersamaan. Hal-hal seperti ini tidak boleh hilang hanya dalam semalam.”

Kroasia kini berada di posisi ketiga Nations League A Grup 3. Kekalahan dari Inggris membuat perjuangan mereka untuk memperbaiki posisi di grup semakin berat.

Bagi Modric, laga melawan Spanyol bukan sekadar pertandingan berikutnya. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Kroasia untuk memulihkan harga diri setelah mencatat malam terburuk dalam sejarah mereka.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.