Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sempat Vakum, PWI Pusat Kembali Gelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan 2026

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 08:12 WIB | Oleh:
Sempat Vakum, PWI Pusat  Kembali Gelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan 2026 Doc: humas pwi

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 untuk wartawan dan kepala daerah (bupati/wali kota) yang akan diberikan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 6–9 Februari mendatang.

Rapat yang digelar secara daring pada Rabu (22/10/2025) itu dipimpin Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia HPN 2026, serta Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan, Yusuf Susilo Hartono. Turut hadir secara daring Ketua PWI Provinsi se-Indonesia, Ketua PWI Kabupaten/Kota, serta perwakilan Diskominfotik dari berbagai daerah.

“Kita bersyukur, Anugerah Kebudayaan ini bisa kembali digelar setelah sempat terhenti. Harapannya, kegiatan ini bisa terus menjadi program unggulan PWI Pusat karena sangat bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Zulmansyah.

Ia juga mendorong pengurus PWI daerah untuk aktif mensosialisasikan kegiatan ini kepada mitra-mitra, khususnya para bupati dan wali kota. “Kami yakin sebagian besar kepala daerah memiliki kontribusi besar dalam memajukan kebudayaan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan, tema Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 adalah “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.”

Menurutnya, penghargaan ini menyasar kepala daerah dan komunitas yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan kebudayaan, serta wartawan lokal yang berkompeten dalam memahami dan mengangkat potensi budaya daerahnya.

“Tujuannya untuk mendorong penguatan kebudayaan daerah dan komunitas pemaju kebudayaan melalui sinergi media dan pers,” jelas Yusuf.

20251023081051_hpn-anugerah-2.jpg

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 terbuka bagi seluruh bupati dan wali kota aktif yang tidak sedang berurusan dengan masalah hukum. Peserta dapat mendaftarkan satu karya atau kegiatan budaya yang relevan dengan tema, disertai proposal dan video pendukung.

“Proposal harus dirancang menarik dan tidak boleh dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI),” tegas Yusuf.

Untuk kategori wartawan dan komunitas, ajang ini bisa diikuti wartawan lintas organisasi yang aktif berkesenian dan berkebudayaan bersama komunitasnya.

“Peserta harus memiliki pengalaman berkarya seni atau budaya minimal 10 tahun, dibuktikan dengan portofolio, biodata, link berita, dokumentasi, serta identitas diri dan kartu pers,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

32 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...
Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.