Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri UMKM Minta Maaf atas Pernyataan Soal Produksi Barang Tiruan

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri UMKM Minta Maaf atas Pernyataan Soal Produksi Barang Tiruan Doc: Antara
Ket. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberi keterangan ketika ditemui di Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (22/10).

Jakarta - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta maaf soal anjuran yang ia berikan untuk memproduksi barang tiruan atau KW, seperti menggunakan merek “Doir” yang merupakan plesetan dari “Dior”.

“Saya mohon maaf dan sekali lagi, saya sebagai menteri harus fair untuk mengatakan bahwa itu (anjuran produksi barang tiruan) adalah kesalahan dalam penyampaian dan penggunaan analogi,” ujar Maman ketika ditemui di Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (22/10).

Maman menjelaskan, anjuran yang ia maksud adalah bagi para produsen dalam negeri untuk mengamati produk-produk internasional, meniru, dan melakukan modifikasi sebagai langkah-langkah untuk mengembangkan industri dalam negeri.

Ia merujuk pada praktik yang terjadi di China dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut, menurut Maman, mengamati, meniru, dan memodifikasi produk-produk asal Jepang dan negara-negara barat dalam rangka memulai industrialisasi di negara masing-masing.

Misalkan, lanjut dia, Korea Selatan yang meniru produk kipas angin dari negara-negara lain.

“Kipas angin (dari luar negeri) ditiru, lalu sekarang Korea punya LG. Dia nirunya bukan plek-plekan tiru dalam arti negatif, dia istilahnya amati, tiru, modifikasi,” tutur Maman.

Oleh karena itu, Maman menegaskan bahwa esensi dari anjuran yang ia sampaikan adalah bagaimana usaha mikro kecil dan menengah Indonesia bisa membuat produk-produk yang menarik minat publik, baik secara packaging dan kualitas.

Transformasi atau modifikasi dari produk tiruan tersebutlah diyakini oleh Maman dapat melahirkan produk yang berkualitas dan mengembangkan industri di dalam negeri.

“Korea Selatan berhasil dalam membuat produk imitasi, lalu transformasi dengan riset dan pengembangan mereka. Sekarang banyak produk-produk berkualitas dari Korea Selatan, begitu pula dengan China,” kata Maman.

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga menegaskan dirinya memahami pentingnya hak kekayaan intelektual (HAKI) dilindungi oleh tiap orang. Aspek HAKI, tutur Maman, tidak dapat dikesampingkan.

“Saya mohon maaf kalau menjadi tafsir publik, seakan-akan saya mendukung supaya kita produksi barang KW. Itu 100 persen tidak,” tutur Maman.

Sebelumnya, usai menghadiri acara "1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta, Kamis (16/10), Maman menganjurkan kepada UMKM untuk membuat produk yang mirip dengan produk merek-merek terkenal.

Anjuran tersebut ia sampaikan sebagai solusi agar UMKM bisa bertahan dari persaingan dengan produk-produk asal China. Sebab, menurut Maman, produsen asal China juga melakukan produksi barang tiruan dari merek ternama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.