Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Purbaya Optimistis: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Kuartal IV

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Purbaya Optimistis: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Kuartal IV Doc: ANTARA FOTO/ Nyoman Hendra Wibowo
Ket. Arsip Foto - Seorang warga memilih produk beras merah kemasan saat berbelanja di salah satu swalayan di Denpasar, Bali.

JAKARTA – Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kondisi ketidakpastian global dan pelemahan ekspor, belanja masyarakat menjadi penopang paling stabil yang menjaga roda ekonomi tetap berputar.

Tingginya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih cukup terjaga, meski dihadapkan pada tekanan harga dan fluktuasi nilai tukar.

Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada konsumsi domestik juga menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah perlu memastikan agar pertumbuhan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan penguatan sektor riil agar konsumsi masyarakat tetap memiliki fondasi ekonomi yang kuat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yakin konsumsi rumah tangga bakal mencetak pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal IV-2025.

“(Pertumbuhan konsumsi rumah tangga) Sekitar 5,5 persen atau lebih sedikit,” kata Purbaya, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/10).

Purbaya optimistis pertumbuhan konsumsi rumah tangga bakal menunjukkan tren yang berbeda pada kuartal terakhir 2025, lantaran telah memberikan suntikan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp200 triliun.

Insentif likuiditas itu bertujuan untuk mengakselerasi penyaluran kredit terhadap sektor riil, yang pada akhirnya ditargetkan dapat meningkatkan uang beredar dan mendongkrak perekonomian nasional.

“Kalau saya lihat dari data, sepertinya data penjualan ritel dari Bank Indonesia (BI) sudah mulai naik di September, karena sebagian dampak dari uang yang saya gelontorkan sudah mulai terasa di sistem,” ujarnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini yakin dampak kebijakannya akan makin terasa pada Oktober, November, dan Desember. Dia pun akan terus memantau perkembangan uang yang beredar di masyarakat untuk menjadi evaluasi pertimbangan kebijakan berikutnya.

“Kalau masih kurang, saya akan tambah,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dalam kesempatan sebelumnya, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 dapat mencapai 5,67 persen, seiring menguatnya konsumsi masyarakat dan dampak stimulus pemerintah yang mulai berdampak di akhir tahun.

Ia menilai proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 4,8 persen tahun ini tidak sepenuhnya mencerminkan tren pemulihan yang sedang terjadi.

Salah satu indikator perbaikan ekonomi ia soroti, terlihat dari peningkatan konsumsi rumah tangga. Proporsi belanja masyarakat untuk konsumsi mencapai 75,1 persen pada September 2025, naik dari 74,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...
Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.