Investor Cenderung Antisipatif, 21 Oktober 2025
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 08:55 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Dinamika rupiah hari ini (21/10), lebih bersifat antisipatif ketimbang reaktif. Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas, seiring sikap hati-hati pelaku pasar yang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung hingga Rabu (22/10).
Kondisi ini mencerminkan fase wait and see investor terhadap arah kebijakan moneter domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Investor lebih memilih menunggu sinyal resmi dari BI sebelum mengambil posisi agresif, baik di pasar valuta asing maupun obligasi.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat, dengan absennya data ekonomi penting baik dari domestik maupun AS, pergerakan rupiah akan banyak dipengaruhi oleh ekspektasi pasar menjelang keputusan RDG BI. Karenanya, Lukman memproyeksikankurs rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (21/10), bergerak terbatas di kisaran 16.570-16.600 rupia per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (20/10) sore, menguat sebesar 15 poin atau 0,09 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.575 rupiah per dollar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perundingan mendatang dengan Tiongkok tetap berjalan sesuai rencana. “Trump menyuarakan keraguannya atas perang dagang yang berkepanjangan dengan Tiongkok. Trump mengatakan ia memandang tarif tinggi terhadap Tiongkok sebagai tidak berkelanjutan,” ucapnya dalam keterangan di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam dua pekan ke depan, Presiden AS disebut akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyampaikan bahwa perundingan dengan pejabat Tiongkok dijadwalkan pekan ini.
Mengutip Anadolu, Trump mengatakan Tiongkok membayar jumlah uang yang sangat besar agar tarif AS dapat menjadi lebih rendah, dan mengisyaratkan kemungkinan penurunan tarif tersebut jika Bejing membuat konsesi baru saat Trump berkunjung ke Asia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!