Mensos Tunjuk Letkol Teddy Sebagai Anggota Komisi Etik Pendamping PKH
📅 Senin, 20 Okt 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Tangerang Selatan - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya untuk menjadi Komisi Etik dan Komando Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
"Saya mohon kepada Seskab Letkol Teddy selain menjadi Komisi Etik juga menjadi Komando pendamping PKH, setuju semuanya?," ucap Mensos Saifullah Yusuf dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Minggu (19/10).
Ia menerangkan, saat ini terdapat 40 ribu pendamping PKH yang sebelumnya telah dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Oleh karenanya, sesuai pesan Presiden untuk bekerja dengan baik dan berdampak nyata dengan kesejahteraan sosial.
"Membawa pesan dan program Presiden sampai ke rumah-rumah penerima manfaat," katanya.
Ia juga mengungkapkan, sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bantuan-bantuan sosial yang tepat sasaran.
Selain itu, dia juga mengatakan, Kementerian Sosial telah memberikan peringatan hampir 500 pendamping PKH yang bekerja tidak sesuai prosedur.
"49 pendamping di antaranya kita berhentikan lewat sidang komisi etik," kata dia.
Sekolah Rakyat
Pada kesempatan itu, Teddy mengatakan Presiden Prabowo ingin semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah melalui sekolah yang disiapkan pemerintah, dalam hal ini Sekolah Rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden ingin program Sekolah Rakyat untuk bisa berdampak dan menyentuh langsung kepada masyarakat sebagai penerima manfaat.
Pemerintah juga ingin memastikan agar seluruh program prioritas seperti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat tersentuh oleh siswa/siswi Sekolah Rakyat.
"Di asramakan, diberi tempat tinggal, diberi makan, 3 kali makan bergizi, kemudian snack dan vitamin yang lainnya, diberi tempat tinggal yang nyaman, kamar mandi, kesehatan dijamin, dan orang tuanya yang masih ada dapat mengunjungi mereka di waktu yang sudah ditentukan," paparnya.
Dia juga menyampaikan, sejak digulirkannya program Sekolah Rakyat pada Juli hingga September 2025 ini terdapat 165 titik sekolah sudah aktif dan berjalan optimal.
"Mulai bulan Juli ada 63 titik, Agustus ada 37 titik, dan di September itu ada 65 titik. Sehingga secara keseluruhan 165 titik penyelenggaraan sekolah rintisan tahun ini sudah bergulir," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!