Kasus Kematian Mahasiswa Unud: Polisi Ungkap Fakta Baru yang Mengejutkan!

Senin, 20 Okt 2025, 20:18 WIB

DENPASAR - Kepolisian Sektor Denpasar Barat menyatakan kecil kemungkinan mahasiswa Universitas Udayana (Unud) berinisial TAS (22) meninggal dunia akibat terpeleset dari lantai empat Gedung FISIP. Polisi menilai lokasi kejadian memiliki pagar balkon yang cukup tinggi sehingga lebih memungkinkan korban naik terlebih dahulu sebelum terjatuh.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan di Denpasar, Senin mengatakan kondisi lantai empat tempat para saksi terakhir melihat korban masih hidup tidak memungkinkan adanya kejadian terpeleset.

Ket. Foto: Arsip-Tampak depan Gedung Rektorat Universitas Udayana, Bali yang terletak di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. — Sumber: ANTARA/Rolandus Nampu

"Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena kan di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu. Lebih ke unsur sengaja menjatuhkan diri seperti itu, tapi tidak ada saksi yang melihat seperti itu," katanya.

Laksmi menjelaskan korban TAS dinyatakan jatuh dari lantai empat, bukan dari lantai dua.

Berdasarkan hasil olah TKP di Gedung FISIP Universitas Udayana Kampus Sudirman Denpasar, perjalanan dari lantai satu ke lantai empat hingga korban jatuh pun terekam jelas dalam rekaman CCTV.

Dia menjelaskan korban awalnya terekam kamera datang dan tiba di lobi kampus kemudian menuju ke lantai empat.

Namun, tak ada rekaman video yang merekam korban saat sudah sampai di lantai empat sebab kamera CCTV di lantai tersebut tidak berfungsi.

"Memang di lantai empat itu ada CCTV, tetapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak Kampus juga, rusaknya CCTV di lantai empat itu diperkirakan dari sekitaran tahun 2023," kata Laksmi.

Namun demikian, ada tiga orang saksi yang melihat langsung korban TAS berada di lantai empat sebelum akhirnya terjatuh.

"Saksi yang melihat pada saat korban itu keluar dari lift di lantai empat, ada. Keluar dari lift, datang di lantai empat itu, kemudian berjalan, dan kemudian korban duduk-duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan ada tas dan sepatu milik korban," ungkapnya.

Ketiga saksi yang telah diperiksa polisi mengaku melihat korban berada di sebuah bangku yang terletak di lantai empat. Namun, karena tidak saling mengenal, para saksi tidak menghiraukan keberadaan korban.

Setelah 10-15 menit kemudian, saksi melihat lagi ke arah tempat duduk korban dan melihat hanya ada sepatu dan tas korban.

"Salah satu saksi menyampaikan, oh ya mungkin punya yang tadi, udah biarkan saja karena tidak kenal seperti itu. Kemudian, ada juga saksi yang melihat pada saat korban melepas sepatu di lokasi tersebut. Karena juga saksi tidak kenal dengan korban. Jadi, pada saat melihat korban melepas sepatu itu, saksi hanya sekedar melihat," katanya.

Para saksi kemudian masuk ke dalam kelas dan tidak mengetahui apa yang terjadi dengan korban hingga akhirnya korban dikabarkan sudah tergeletak di halaman FISIP.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana berinisial TAS (22) ditemukan tewas usai jatuh dari lantai empat gedung kampus FISIP Universitas Udayana di Kampus Sudirman Denpasar, pada Rabu (15/10) pagi.

TAS merupakan mahasiswa FISIP Universitas Udayana.

Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar setelah ditemukan dalam keadaan luka parah.

  • universitas udayana
  • mahasiswa unud
  • timothy anugerah

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.