- Home
-
- Megapolitan
-
- Menhub: Pemerintah dan KAI...
Menhub: Pemerintah dan KAI Siap Perkuat Layanan KRL Jakarta
Rabu, 15 Okt 2025, 15:20 WIBJAKARTA - Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat layanan transportasi massal berbasis rel di Jakarta, Senin (13/10). Upaya tersebut ditandai dengan peninjauan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ke Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Abang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas publik sekaligus memperkuat sinergi Kemenhub dan KAI Group. Kedua stasiun itu disebut sebagai simpul utama mobilitas masyarakat Jabodetabek setiap harinya.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Menhub didampingi Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin serta Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto. Hadir pula Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, Kepala BTP Jakarta Ferdian Suryo, dan EVP Daop 1 Jakarta Yuskal Setiawan.
Rangkaian peninjauan dimulai dari Stasiun Manggarai yang berfungsi sebagai pusat kendali operasional perjalanan kereta Jabodetabek. Stasiun ini juga melayani lintas Bogor, Bekasi, Cikarang, dan kereta bandara Soekarno-Hatta.
Menhub bersama jajaran KAI meninjau fasilitas publik mulai dari eskalator, lift, hingga sistem pengaturan arus penumpang. Pemeriksaan ditujukan memastikan layanan transportasi aman, efisien, dan benar-benar ramah bagi masyarakat pengguna.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Stasiun Tanah Abang yang menjadi salah satu stasiun tersibuk Jabodetabek. Lokasi tersebut melayani lintas Rangkasbitung, Serpong, serta Duri dengan penataan fasilitas yang terus ditingkatkan.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya peran kedua stasiun tersebut dalam mendukung ekonomi ibu kota. Menurut dia, kedua stasiun menghubungkan masyarakat dari berbagai lapisan dengan pusat kegiatan di Jakarta.
âStasiun Tanah Abang melayani rata-rata sekitar 49 ribu pengguna per hari, sedangkan Stasiun Manggarai sekitar 15 ribu pengguna per hari. Jika ditambah dengan penumpang transit, totalnya kini lebih dari 150 ribu orang setiap hari, angka yang terus meningkat seiring tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KRL Commuterline,â ujar Anne, Selasa (14/10).
âKami memastikan setiap fasilitas publik, mulai dari eskalator, lift, hingga jalur sirkulasi penumpang, berfungsi optimal. Tujuannya agar masyarakat merasakan perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman. Disamping fungsinya sebagai transit, stasiun menjadi ruang hidup yang menghubungkan masyarakat dengan kota,â kata Anne.
Menurut dia, Transit Oriented Development menjadikan kawasan stasiun sebagai pusat interaksi sekaligus mobilitas berkelanjutan. Seorang penumpang bernama Ina menilai positif kondisi dua stasiun yang kini semakin berkembang.
"Stasiun Manggarai dan Stasiun Tanah Bang secara fisik semakin baik dan keren. Menjadi titik kepadatan masyarakat, yang patut diapresiasi karena mampu berubah dari masa ke masanya," kata Ina yang selalu turun naik dari Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Manggarai setiap harinya. ils/I-1
Berita Terkait:
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
-
Lahan KAI di Kiaracondong Bandung Bakal Disulap Jadi Hunian Vertikal TOD untuk MBR
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Tertabrak Kereta di Bawah Flyover Sidoarjo, Nenek 70 Tahun Meninggal
-
Tiket Kereta dari Tanah Abang ke Merak Cuma Rp11.000, Ekonomis dan Nyaman Menuju Gerbang Pulau Sumatra
-
Kasus Videografer Amsal Sitepu Ancaman bagi Keberlangsungan Industri Kreatif
-
Kebijakan WFH, ASN Kemenag Diminta Jaga Ritme Kerja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.