Bandara Notohadinegoro Sepi, Bapenda Jember Ungkap Alasan Fly Jaya Hentikan Operasional

Rabu, 15 Okt 2025, 21:52 WIB

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur mengungkapkan penghentian operasional penerbangan maskapai Fly Jaya untuk rute Jember–Jakarta di Bandara Notohadinegoro dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi menyeluruh.

Langkah ini diambil untuk meninjau kembali aspek kelayakan rute, tingkat okupansi penumpang, serta efisiensi biaya operasional yang dinilai belum optimal.

Ket. Foto: Penerbangan perdana pesawat Fly Jaya rute Jember-Jakarta di Bandara Notohadinegoro Jember pada 23 September 2025. — Sumber: ANTARA/ Zumrotun Solichah

Pemerintah daerah menilai evaluasi ini penting agar layanan penerbangan di Jember dapat beroperasi secara berkelanjutan dan menarik minat maskapai lain.

Dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan permintaan penumpang, diharapkan Bandara Notohadinegoro bisa kembali aktif melayani penerbangan komersial secara reguler.

"Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan bersama maskapai Fly Jaya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penerbangan rute Jember-Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma) yang telah berjalan sebanyak enam kali," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi di Jember, Rabu (15/10).

Maskapai Fly Jaya yang melayani penerbangan komersial dengan rute Jakarta-Jember-Jakarta tidak lagi beroperasi di Bandara Notohadinegoro pada Selasa (14/10), padahal penerbangan perdana yang merupakan sejarah baru bagi Jember itu baru saja diluncurkan pada 23 September 2025.

"Tidak beroperasinya penerbangan Fly Jaya bukan karena penghentian layanan, melainkan bagian dari proses evaluasi menyeluruh yang sedang kami lakukan bersama pihak maskapai," tuturnya.

Ia mengatakan dirinya mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan kepada publik bahwa evaluasi itu merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas layanan penerbangan dari dan menuju Jember.

"Dari hasil evaluasi sementara, layanan penerbangan itu menunjukkan hasil positif, bahkan tingkat keterisian penumpang telah mencapai 83,3 persen, yang menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara dari Jember," katanya.

Fauzi menjelaskan bahwa dampak dari program itu sudah terlihat nyata. Antusiasme masyarakat cukup tinggi dan tingkat keterisian penumpang terus meningkat dari penerbangan ke penerbangan.

"Setelah evaluasi selesai, penerbangan Jember - Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma akan segera dilanjutkan kembali secara permanen," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan akses transportasi udara yang handal, terjangkau, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka peluang investasi baru bagi masyarakat Jember.

Sebelumnya maskapai Fly Jaya dengan menggunakan pesawat ATR-72 dengan kapasitas 70 penumpang mulai melayani penerbangan perdana Jember-Jakarta pada 23 September 2025 dengan jadwal dua kali sepekan yakni hari Selasa dan Kamis.

Jadwal penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 07.45 WIB dan tiba di Bandara Notohadinegoro Jember pukul 10.05 WIB. Sedangkan dari Bandara Jember, pesawat take off pukul 10.35 WIB dan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 12.55 WIB.

  • Bandara Notohadinegoro
  • penghentian operasional penerbangan maskapai Fly Jaya

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.