Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh, 50 Persen Sampah di RI Berasal dari Rumah Tangga, Hasilkan 68 Juta Ton Per Tahun

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 13:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waduh, 50 Persen Sampah di RI Berasal dari Rumah Tangga, Hasilkan 68 Juta Ton Per Tahun Doc: istimewa
Ket. Acara Women’s Talk Kelola Sampah dari Rumah yang digelar di Jakarta pada Senin (13/10)

JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong aksi kelola sampah dari rumah tangga, sebab rumah tangga menghasilkan banyak sampah. Di sisi lain, pemerintah menargetkan 100 persen pengelolaan sampah nasional pada tahun 2029.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PU, Irma Dody Hanggodo menyatakan bahwa 50 persen sampah yang dihasilkan di Indonesia berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, pengelolaan sampah di rumah harus diperkuat agar beban pengelolaan sampah di tingkat nasional dapat berkurang.

“Rumah adalah ruang terkecil namun terkuat dalam membentuk perilaku. Jika dimulai dari rumah untuk membiasakan diri mengurangi serta memisahkan sampah organik dan anorganik, maka orang tua telah memberi teladan nyata untuk menghasilkan generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,”kata Penasihat DWP Irma pada acara Women’s Talk Kelola Sampah dari Rumah pada Senin (13/10).

Irma meyakini perempuan memiliki peran strategis dalam memimpin perubahan di rumah tangga yang kemudian meluas menjadi gerakan di tingkat komunitas, kota, hingga nasional. 

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak ibu-ibu di lingkungan Kementerian PU berbagi inspirasi dan aksi nyata kurangi sampah dari rumah. Mari bersama-sama kita jadikan keluarga besar PU sebagai contoh dan teladan dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat, serta kota dan lingkungan yang manusiawi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,” ujarnya. 

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti yang hadir pada acara ini juga turut mendukung penuh penguatan aksi nyata pemilahan sampah yang dimulai dari diri sendiri, dari rumah, dan dari kantor masing-masing. Menurutnya, pembiasaan pengurangan sampah mulai dari lingkungan terkecil serta kolaborasi lintas sektor akan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. 

“Kita perlu gerakan perubahan yang masif mulai dari lingkungan kecil di rumah hingga lingkungan yang lebih besar lagi dan saya harap ibu-ibu di Kementerian PU dapat menjadi contoh agen perubahan tersebut. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya oleh pemerintah pusat sendiri, tapi harus bersama-sama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan juga kita sendiri, masing-masing harus bisa memilah dan mengelola sampah,” kata Wamen Diana.

Puluhan Juta Ton Sampah 

Data menunjukkan bahwa sejak 2021, kota-kota di Indonesia menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah per tahun, dimana sebagian besar sampah tersebut masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kini banyak mengalami kelebihan kapasitas. 

Sehingga untuk mewujudkan 100 persen pengelolaan sampah nasional pada tahun 2029, peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2025 mengusung tema global Urban Crisis Response: People-Centred Smart Cities dan tema nasional Aksi Pilah Sampah Menuju Indonesia Bersih Indonesia Sehat: Kota Cerdas yang Manusiawi untuk berfokus pada perubahan perilaku pengelolaan sampah. 

 “Kota cerdas yang memanusiakan penduduknya membutuhkan ekosistem yang kolaboratif, dari perencanaan yang presisi sampai membentuk kebiasaan warganya di level rumah tangga. Ketika rumah tangga, sekolah, dan komunitas bergerak serempak, target 2029 lebih dekat tercapai,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Dewi Chomistriana yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Dian Irawati. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.