IHSG Hari Ini Melemah, Kena Imbas “Flight to Safety”: Investor Pilih Berlindung di Emas dan Dolar

Selasa, 14 Okt 2025, 17:53 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring pergeseran sentimen investor global yang memilih mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas dan obligasi AS.

Ketidakpastian ekonomi global dan kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi membuat pasar saham domestik mengalami tekanan jual.

Ket. Foto: Kamera wartawan merekam layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha

Meski begitu, pelemahan ini bersifat wajar karena investor cenderung mencari perlindungan di tengah volatilitas, sementara pelaku pasar masih menanti kejelasan arah kebijakan moneter dan data ekonomi selanjutnya.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/10) sore, ditutup melemah 160,68 poin atau 1,95 persen ke posisi 8.066,52 seiring dengan pelaku pasar yang mengalihkan dananya ke instrumen investasi "safe haven", seperti emas.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 16,13 poin atau 2,05 persen ke posisi 771,89.

“Penurunan harga saham konglomerat mengindikasikan adanya aksi profit taking yang dilakukan para pelaku pasar untuk mengalihkan asetnya ke instrumen safe haven seperti emas misalnya, karena uncertainties remain strong,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta di Jakarta, Selasa (14/10).

Nafan mengingatkan bahwa Goldman Sachs memperkirakan harga emas (XAU/USD) akan menyentuh level 5.000 dolar AS pada tahun 2026, karena ketidakpastian di tingkat global.

Ia mengatakan bahwa faktor ketidakpastian global juga disebabkan oleh adanya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

“Nah, menyusul emas, harga perak mengalami kenaikan ke level tertinggi sepanjang masa, karena dianggap sebagai aset safe haven oleh para pelaku investor,” ujar Nafan.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor properti yang menguat sebesar 0,03 persen.

Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 3,93 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 3,35 persen dan 2,90 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOSK, MBTO, PURI, MRAT dan SOSS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MOLI, JARR, BBSI, CBRE dan COCO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.252.828 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 48,25 miliar lembar saham senilai Rp32,01 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 583 saham menurun, dan 84 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 1.289,30 poin atau 2,68 persen ke 46.799,50, indeks Shanghai melemah 24,27 poin atau 0,62 persen ke 3.865,23, indeks Hang Seng melemah 448,13 poin atau 1,73 persen ke posisi 25,441,35, dan indeks Straits Times melemah 35,32 poin atau 0,80 persen ke 4.354,52.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.