Langkah Berani! Pemkab Situbondo Ubah Wisata Pasir Putih Jadi BLUD, Ini Tujuannya
📅 Minggu, 12 Okt 2025, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Novi Husdinariyanto
SITUBONDO – Meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan objek wisata bukan cuma soal mempercantik destinasi, tapi juga tentang bagaimana membuat wisatawan betah dan ingin kembali lagi.
Di era persaingan pariwisata yang semakin ketat, pelayanan yang ramah, fasilitas yang tertata, dan pengelolaan yang profesional jadi kunci utama memenangkan hati pengunjung.
Sayangnya, masih banyak destinasi yang punya potensi besar tapi kalah karena pengelolaannya belum optimal — mulai dari kurangnya pelatihan SDM hingga minimnya inovasi dalam pengalaman wisata. Padahal, pelayanan yang baik bisa jadi promosi paling efektif tanpa harus bayar iklan mahal.
Kalau kualitas pelayanan dan manajemen terus ditingkatkan, bukan mustahil destinasi lokal bisa bersaing dengan wisata luar negeri.
Sebab, di dunia pariwisata modern, bukan cuma tempatnya yang dijual, tapi juga pengalaman yang dirasakan setiap pengunjung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, akan mengubah status pengelolaan Wisata Bahari Pasir Putih menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan objek wisata di jalur Pantura Jawa-Bali itu.
Sejak beberapa tahun terakhir, Wisata Bahari Pasir Putih yang terletak di Kecamatan Bungatan itu dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga setempat.
"Sesuai petunjuk Pak Bupati (Yusuf Rio Wayyu Pryogo) pengelolaan Pasir Putih menjadi BLUD targetnya tahun depan (2026)," kata Koordinator Pengelola Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo Yogie Kripsian Sah, di Situbondo, Minggu (12/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, perubahan pengelolaan wisata Pantai Pasir Putih itu nantinya akan lebih fleksibel untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana serta fasilitas.
Karena, kata Yogie lagi, untuk perencanaan perbaikan maupun penambahan sarana prasarana wisata andalan Situbondo itu harus melalui APBD.
"Kalau diubah pengelolaannya menjadi BLUD akan lebih fleksibel merencanakan penambahan fasilitas di Pasir Putih," ujarnya.
Yogie mengaku, sejak ditunjuk Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjadi koordinator pengelola wisata Pasir Putih menunjukkan hasil pendapatan signifikan, bahkan dalam dua bulan (Agustus-September) pendapatan dari kunjungan wisatawan termasuk penginapan/hotel mencapai lebih dari Rp500 juta.
"Alhamdulillah pendapatan Pasir Putih pada Agustus sekitar Rp269 juta dan September sekitar Rp330 juta, bagus prospek ke depan," katanya.
Sebelumnya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan perubahan status menjadi BLUD bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan Pasir Putih lebih profesional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!