Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Terbuka untuk Kerja Sama Energi dengan Gazprom dan Rosneft Russia

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 15:23 WIB | Oleh:
Indonesia Terbuka untuk Kerja Sama Energi dengan Gazprom dan Rosneft Russia Doc: ANTARA
Ket. Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra (kiri atas) berbicara dalam forum internasional, di St Petersburg, Russia, secara hybrid, Jumat (10/10).

JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan Indonesia, sebagai negara terpadat keempat di dunia dan anggota baru BRICS, akan memperkuat kerja sama energi dengan Russia, termasuk perusahaannya seperti Gazprom dan Rosneft.

Saat berbicara dalam forum internasional di St Petersburg, Russia, secara hybrid, Jumat (10/10), Hangga, sapaan akrabnya, mengatakan Indonesia terbuka untuk berkolaborasi dengan Rusia di semua area energi strategis mulai dari penyediaan teknologi untuk penemuan gas raksasa hingga pengembangan energi nuklir dan proyek CCS/CCUS.

"Indonesia berfokus pada transformasi strategis energi menuju net zero emission (NZE) pada 2060 dan program hilirisasi di seluruh sektor sumber daya alam," katanya, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/10).

Pada forum tersebut, Hangga menyampaikan meskipun kaya sumber daya alam, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan antara lain penurunan produksi minyak mentah, ketergantungan impor minyak mentah dan produk termasuk LPG, serta keterbatasan produksi kilang minyak.

"Ketergantungan impor ini menimbulkan kerugian devisa yang diperkirakan mencapai Rp523 triliun per tahun, yang menyoroti urgensi agenda hilirisasi," ujarnya.

Di sisi lain, Indonesia mengalami surplus gas alam.

"Berbeda dengan minyak, Indonesia tetap menjadi eksportir gas alam," katanya pula.

Hangga mengatakan untuk mengatasi defisit sumber daya dan mengurangi ketergantungan impor, pemerintah membentuk Satuan Tugas Hilirisasi Strategis sesuai Keputusan Presiden No. 1 Tahun 2025.

Satgas ini mengoordinasikan 26 komoditas vital, termasuk migas, mineral, dan energi baru, dengan fokus pada percepatan hilirisasi dan identifikasi proyek.

Menurut dia, sektor energi merupakan isu multisektor yang memecahkan tantangan, termasuk memfasilitasi investasi asing seperti potensi keterlibatan Rosneft dalam proyek Kilang Tuban, membutuhkan kolaborasi lintas 14 kementerian, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, hingga Kepolisian RI.

"Jika kita ingin memecahkan masalah energi utama di Indonesia, kita harus bekerja sama lintas kementerian. Tidak bisa diselesaikan satu kementerian," kata Hangga lagi.

Pada kesempatan itu, Hangga juga menyampaikan bahwa transisi energi Indonesia memprioritaskan kepada aksesibilitas, keterjangkauan harga, dan ramah lingkungan.

Indonesia memiliki potensi 3.687 gigawatt (GW) energi terbarukan, tetapi baru memanfaatkan 0,4 persen, yang menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar.

Program biodiesel B40 atau campuran 40 persen FAME berbasis sawit dengan bahan bakar diesel, diterapkan pada 2025, dan rencana B50 pada 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.