IHSG Melonjak 1,72 Persen Sepekan Ini, Lebih Gesit dari Periode Sebelumnya, Tapi Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

Jumat, 10 Okt 2025, 19:27 WIB

JAKARTA – Selama sepekan perdagangan pada 6–10 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan solid sebesar 139,56 poin atau sekitar 1,72 persen atau lebih tinggi dibandingkan catatan positif di pekan sebelumnya 29 September-3 Oktober 2025 sebesar 18,97 poin atau sekitar 0,23 persen.

Kinerja positif ini mencerminkan kembalinya minat beli investor di tengah mulai meredanya kekhawatiran global dan optimisme terhadap prospek ekonomi domestik.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adhaam

Aksi beli selektif terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan konsumsi, yang menjadi pendorong utama penguatan indeks.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati dinamika eksternal seperti arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/10) sore, ditutup menguat 6,92 poin atau 0,08 persen ke posisi 8.257,86 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,53 poin atau 0,82 persen ke posisi 793,61.

“IHSG ditutup menguat, setelah sebelumnya sempat mengalami pullback karena profit taking pada akhir pekan serta rupiah yang melemah tipis terhadap dolar AS,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati beberapa data, diantaranya Foreign Direct Investment (FDI) kuartal III-2025 yang diperkirakan mencatatkan penurunan 6 persen year on year (yoy) setelah pada kuartal II-2025 menurun 7 persen (yoy).

Dari kawasan Asia, pelaku pasar akan mencermati Trade Balance dari China bulan September 2025 dan data inflasi China bulan September 2025.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati tingkat pengangguran di Inggris dan ZEW Economic Sentiment dari Jerman.

Dari Amerika Serikat (AS), dijadwalkan akan dirilis data Consumer Price Index (CPI) pada Rabu (15/10) dan Producer Price Index (PPI) pada Kamis (16/10).

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik sebesar 3,04 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang masing- masing naik sebesar 2,18 persen dan 1,64 persen.

Sedangkan, dua sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,26 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 0,28 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AYLS, NTBK, ASPI, FUJI dan GULA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RELI, UANG, CBRE, UFOE dan POLU.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.456.126 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 48,15 miliar lembar saham senilai Rp24,14 triliun. Sebanyak 338 saham naik 331 saham menurun, dan 133 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 496,44 poin atau 1,02 persen ke level 48.084,00, indeks Shanghai melemah 36,94 poin atau 0,94 persen ke posisi 3.897,03, indeks Hang Seng melemah 462,27 poin atau 1,73 persen ke posisi 26.290,32, dan indeks Straits Times melemah 13,44 poin atau 0,30 persen ke 4.427,06.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.