Perubahan Perilaku Konsumen Menjadi Penyebab Pasar Slipi Sepi

Kamis, 09 Okt 2025, 22:25 WIB

Jakarta - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya mengungkapkan bahwa sepinya Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat karena berubahnya perilaku konsumen yakni dari tradisional ke belanja digital.

"Saat ini banyak konsumen yang mulai beralih ke pola belanja digital," kata Fahri di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk kembali menghidupkan aktivitas ekonomi di Pasar Slipi lewat sejumlah langkah strategis.

"Pertama, revitalisasi fasilitas pasar agar lebih nyaman, bersih dan tertata rapi," kata Fahri.

Menurutnya, revitalisasi fasilitas pasar diharapkan dapat memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pengunjung.

"Kedua, mendorong digitalisasi pedagang, dengan mengadakan lomba digitalisasi, platform pembayaran secara nontunai serta jual beli secara daring (e-commerce), agar produk-produk di Pasar Slipi dapat diakses lebih luas. Tiga, menghadirkan kegiatan ataupun bazar," katanya. 

Sepinya aktivitas ekonomi di Pasar Slipi juga dibenarkan oleh salah satu pedagangnya, yakni Sri (62).

Sri menjadi salah satu yang kehilangan lapak jualannya karena tak sanggup membayar uang sewa.

Menurut Sri, kebanyakan kios yang ditinggali itu merupakan bekas penjualan perabot dan barang-barang rumah tangga.

Namun setelah pandemi Covid-19, semua kios tutup sehingga menyisakan pedagang sayur.

"Sekarang aja pedagang daging cuma dua, ikan segar satu, sisanya pedagang sayur," katanya.

Menurut Sri, sepinya Pasar Slipi lantaran pembelinya rata-rata orang yang sudah lanjut usia, sehingga sulit untuk mengakses pasar jika harus naik ke lantai dua.

Apabila dipindahkan ke bawah, Sri optimis hal tersebut bisa menarik orang-orang untuk kembali berbelanja ke Pasar Slipi.

Di lokasi, area lantai 2 Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat terpantau sepi. Kendati aktivitas jual beli masih normal dilakukan, namun hilir mudik pembeli terlihat jarang di area ini.

Dibanding lapak-lapak pedagang, kios-kios kosong yang ditinggalkan penjual lebih banyak terlihat. Kios-kios tersebut juga terlihat usang dan pintunya berkarat.

Bahkan, kios-kios yang berada di pojok pasar, tampak sudah rusak dan barang-barangnya ditumpuk sembarang.

Tak jarang, hewan-hewan seperti tikus hingga kucing keluar masuk di area kios rusak nan lembab tersebut.

Ada sejumlah surat pemberitahuan peringatan pembayaran yang juga terpasang di sejumlah pintu lapak-lapak tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.