Kemendagri: Kesejahteraan warga dimulai dari pelayanan publik terbaik

Selasa, 20 Mei 2025, 22:15 WIB

Jakarta -- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan bahwa kesejahteraan warga dimulai dari pelayanan publik terbaik dan berbasis digital.

"Kalau pelayanan publik baik, pada level manfaat, lapangan kerja terbuka. Pada tingkat dampak, kesejahteraan meningkat. Ini dimulai dari pelayanan publik yang terbaik berbasis digital," ujar Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono dalam kegiatan yang diadakan BPSDM DKI di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sugeng Hariyono dalam kegiatan yang diadakan BPSDM DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (20/5). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Merujuk data dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tahun 2024, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional sebesar 3,12 dari skala 5 dengan predikat baik.

Capaian ini melampaui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 yaitu 2,60. Oleh karena itu, lanjut Sugeng, menjadi pekerjaan rumah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai indeks tersebut.

Sementara pada tingkat global, Indonesia menempati peringkat 27 dari 67 negara dalam daftar dengan mencatatkan skor daya saing 71,52 poin pada tahun 2024.

Indonesia mengungguli Inggris, Prancis, dan Jepang yang masing-masing memiliki skor daya saing 70,82 poin; 69,67 poin; dan 64,96 poin.
Skor tersebut diperoleh dari penggabungan empat faktor utama penyusun indeks yakni performa ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi pada tataran bisnis, dan infrastruktur.

Di sisi lain, kata Sugeng, keberhasilan dalam pelayanan publik berbasis digital sekadar diukur dari indeks yang terus meningkat, tetapi pada sisi dampak, kemanfaatan.

"Misalnya, salah satu dampaknya adalah mengalirnya investasi kepada semua daerah. Ketika pelayanan publik kita baik, berbasis digital, maka investor akan melirik daerah kita. Ini kemudian manfaatnya, lapangan kerja terbuka lebar. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPSDM DKI Jakarta, Maria Qibtya mengingatkan di era transformasi digital yang dinamis saat ini, ASN dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, kreatif, dan memiliki empati terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

"Paradigma pelayanan publik saat ini tidak lagi hanya sekadar cepat dan murah tetapi juga harus cerdas, inklusif dan berbasis data. Digitalisasi telah membuka peluang besar bagi kita untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan publik," ujar dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.