Atasi Banjir, Pemkot Surabaya Bangun 4 Bozem Pengendali Banjir, Target Oktober Sudah Berfungsi

Kamis, 09 Okt 2025, 15:30 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Tahun ini, pemkot tengah menuntaskan pembangunan empat bozem baru di beberapa titik strategis.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, belum lama ini mengatakan, pemerintah kota membangun empat bozem baru di Taman Kendangsari, Kebonsari Baru Selatan, Ketintang Permai, dan Tengger Kandangan, untuk mengatasi banjir.

Ket. Foto: Foto udara alat berat mengeruk tanah dalam proses penyelesaian proyek bozem pengendali banjir di kawasan Ketintang Permai, Surabaya, Jatim (9/10) — Sumber: ANTARA

Selain membangun bozem baru, Eri mengatakan Pemkot Surabaya juga melakukan pelebaran sejumlah bozem lama. Langkah ini dilakukan agar kapasitas bozem tersebut semakin besar untuk menampung air hujan.

“Seperti di bozem Putat. Bozem-bozem ini juga kita perkuat dengan penambahan dan pemeliharaan rumah-rumah pompa, agar aliran udara lebih maksimal,” ujarnya seperti ditulis di laman resmi Pemkot Surabaya.

Menurutnya, keberadaan bozem tidak hanya difungsikan sebagai infrastruktur pengendali banjir. Beberapa di antaranya dirancang sebagai ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Tak cuma untuk mengatasi banjir, sebagian bozem juga kita desain sebagai spot olahraga maupun wisata. Ada jogging track hingga taman. Insyaallah bisa bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Kepala Rayon Surabaya Selatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Bagus Putra Ardianto, menjelaskan bahwa pembangunan bozem dimulai sejak pertengahan Juli 2025.

“Pembangunan bozem ini tujuannya untuk penanganan penampungan. Kemudian kita lengkapi dengan bangunan rumah pompa, tujuannya sama, nanti bisa teralihkan, tidak hanya tertitik pada satu saluran,” ujar Bagus.

Bagus mengungkapkan proses pembangunan didahului dengan penataan kawasan sekitar, termasuk penertiban lahan.

“Mulai bulan Juli sekitar tanggal 14, mulai ada penataan kawasan sekitar. Kita mulai penertiban, kemudian kita mulai pembangunan,” katanya.

Bozem tersebut ditargetkan sudah bisa difungsikan pada Oktober 2025.

"Nanti ke depannya, kira-kira bulan Oktober, harapannya bozem ini sudah bisa berfungsi. Cuma memang nanti akan dilengkapi dengan spot-spot yang lain," ujarnya.

Selain berfungsi untuk mengendalikan banjir, bozem juga akan memberi manfaat tambahan bagi warga sekitar.

“Jadi warga setempat bisa memanfaatkan lingkungan sekitar bozem, selain pemandangannya juga oke, nanti kita akan buat track,” tutupnya.

  • DAM pengendali banjir

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.