Pramono Ingin Manfaatkan Kucuran Rp200 Triliun
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
JAKARTA – Beberapa waktu lalu Menteri Keuangan Purbaya telah mengucurkan suntikan dana ke bank-bank milik negara (himbara) sebesar 200 triliun. Daripada bank-bank keberatan dalam menyalurkan dana tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo ingin memanfaatkan dana tersebut untuk BUMD-BUMD Jakarta.
“Saya akan minta izin Menteri Keuangan Purbaya agar Badan Usaha Milik Daerah Jakarta dapat memanfaatkan dana sebesar 200 triliun di Himbara,” tandas Pramono, Selasa (7/10). Bialah dana-dana tersebut dimanfaatkan BUMD-BUMD Jakarta. Menanggapi permintaan tersebut, Purbaya menjelaskan dana 200 triliun itu sebenarnya bersifat business-to-business, sehingga hanya dapat dimanfaatkan jika menguntungkan pihak bank.
“Kalau menguntungkan mereka, bisa langsung datang ke Himbara,” ujar Purbaya.
Meski demikian, dia menyatakan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan untuk menyalurkan sebagian dana tersebut ke Bank Jakarta agar dapat dimanfaatkan oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri lokal. Namun, pemanfaatan itu perlu diperhitungkan agar tidak terjadi kepanikan dalam penyaluran dana, dan memastikan dana tersebut terserap secara efektif.
“Saya tanya ke Pak Gubernur, apakah Bank Jakarta bisa menyerap? Jangan sampai saya kasih duit, malah panik karena nggak bisa nyalurkan. Kata Gubernur, bisa,” ungkap Purbaya. Lebih lanjut, Pramono menuturkan, jika jumlah dana yang disalurkan itu sekitar 10 triliun-20 triliun, maka dapat disebarkan ke UMKM serta industri lainnya, baik di Jakarta maupun daerah lain. “Tapi kalau 10 triliun-20 triliun saya yakin bisa untuk diserap. Nanti akan disebar ke UMKM dan industri lain di Jakarta maupun tempat lain,” ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jakarta Fund
Masalah lain yang dibahas Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait rencana obligasi daerah atau Jakarta Collaboration Fund sebagai salah satu pembiayaan kreatif (creative financing). Menurut Pramono, creative financing perlu dilakukan untuk memastikan pembangunan Jakarta berjalan lancar meskipun mengalami penurunan anggaran, dari 95,35 triliun menjadi 79,06 triliun.
“Kami minta izin kepada Kementerian Keuangan untuk menyetujui Jakarta melakukan kreatif financing,” ujarnya. Di antaranya melakukan Jakarta Collaboration Fund atau obligasi daerah yang memang belum ada. Menanggapi rencana tersebut, Purbaya mendukung strategi Pemerintah Provinsi Jakarta untuk melakukan Jakarta Collaboration Fund.
“Ambisi Pak Gubernur cukup tinggi rupanya. Dia ingin menciptakan fund Jakarta yang bisa dipakai tidak hanya oleh Jakarta saja, tapi juga tempat lain. Saya akan mendukung strategi itu,” ujar Purbaya. Sebelum dilantik menjadi Gubernur Jakarta, Pramono berencana mengembangkan program Jakarta Fund yang dikelola secara profesional untuk mendukung pembangunan ekonomi Jakarta.
Jakarta Fund dimulai dengan modal sebesar 3 triliun yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran APBD Jakarta. Dia memastikan dana tersebut dikelola secara profesional, tanpa campur tangan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Saya yakin ini akan menjadi pemasukan baru bagi Jakarta,” tutur Pramono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!