Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Kayu Lapis Diprediksi Moncer! LPEI Sebut Momentum 2025–2026 Jadi Titik Kuat Industri Kehutanan

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Kayu Lapis Diprediksi Moncer! LPEI Sebut Momentum 2025–2026 Jadi Titik Kuat Industri Kehutanan Doc: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Ket. Pekerja menata potongan kayu Sengon atau Albasia yang dijual ke pabrik kayu lapis di depo penampungan kayu Desa Kalibanger, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah.

JAKARTA – Ekspor kayu lapis jadi salah satu penopang penting sektor kehutanan Indonesia yang masih menunjukkan performa positif di pasar global. Produk ini bisa dibilang “andalan lama yang nggak pernah kehilangan pasar” karena kualitas dan ketersediaannya di dalam negeri cukup kuat.

Ekspor kayu lapis bukan hanya soal nilai jual, tapi juga bukti kemampuan industri hilir kehutanan dalam mengolah bahan mentah jadi produk bernilai tambah tinggi. Permintaan dari negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan juga menandakan bahwa standar produksi nasional makin kompetitif.

Tantangan ekspor kayu lapis kini adalah menjaga keberlanjutan bahan baku dan memperluas pasar baru agar industri tetap tangguh menghadapi dinamika perdagangan global.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, melalui Indonesia Eximbank Institute, memproyeksikan kinerja ekspor kayu lapis (plywood) Indonesia akan tumbuh positif pada 2025 hingga 2026, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan tantangan pasokan bahan baku.

Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist Indonesia Eximbank Rini Satriani mengatakan nilai ekspor kayu lapis pada 2025 diperkirakan meningkat sebesar 8 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh permintaan stabil dari pasar utama seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia.

Tren positif ini diperkirakan berlanjut pada 2026 dengan pertumbuhan sekitar 4 persen yoy.

"Capaian ini terutama ditopang oleh permintaan dari Amerika Serikat (AS), seiring pertumbuhan industri recreational vehicle (RV) yang mendorong penggunaan plywood untuk kebutuhan interior," ujar Rini dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan data Indonesia Eximbank Institute, ekspor plywood Indonesia pada semester I 2025 mencatat kinerja positif di tengah pelemahan ekspor global.

Nilai ekspor tercatat naik 3,86 persen dibandingkan periode sebelumnya (ctc), sementara volume naik 3,45 persen ctc.

Menurut Rini, daya saing kayu lapis Indonesia di pasar global masih terjaga.

Harga produk dalam negeri relatif kompetitif, dan Indonesia saat ini menempati posisi eksportir plywood terbesar kedua di dunia, bersaing dengan Tiongkok, Vietnam, Brasil, dan Rusia.

Selain itu, ekspor plywood Indonesia sudah terdiversifikasi ke lebih dari 85 negara dengan melibatkan sekitar lebih dari 400 eksportir aktif.

Dari jumlah tersebut, terdapat kisaran 20 eksportir berskala korporasi yang masing-masing mencatat nilai penjualan ekspor di atas Rp500 miliar per tahun.

Persaingan di industri domestik juga cukup sehat karena tidak ada pemain yang mendominasi pasar. Keunggulan lain Indonesia adalah ketersediaan sumber daya kayu yang melimpah dan adanya sertifikasi SVLK (sistem verifikasi legalitas kayu) yang diakui secara internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.