Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR: Pertamina Cari Gara-gara Saja. SPBU Swasta Sepertinya Diisengin oleh Pertamina

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 11:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR: Pertamina Cari Gara-gara Saja. SPBU Swasta Sepertinya Diisengin oleh Pertamina Doc: ant
Ket. SPBU Swasta nganggur

JAKARTA – Kisruh kelangkaan bahan bakar minyak di kalangan SPBU swasta sampai juga ke DPR. Memang di berbagai tempat SPBU tak lagi beroperasi, malah pegawainya berjualan minuman dan makanan.

Pemerintah minta SPBU swasta membeli BBM dari Pertamina. Namun SPBU swasta enggan karena berbagai alasan.

Pembelian BBM dari Pertamina masih menjadi perdebatan. Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi belum tercapainya kesepakatan ini.

Wakil Ketua Komisi XII Bambang Haryadi (F-Partai Gerindra) minta agar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman segera mengatasi permasalahan ini. Dia bahkan mengatakan Pertamina sepertinya mencari gara-gara saja.

Selain itu, Bambang Haryadi juga lantas menduga, kelangkaan BBM SPBU swasta, seperti diisengin oleh Pertamina. “Sepertinya SPBU swasta diisengi oleh Pertamina,” tandasnya.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar mengungkapkan SPBU Vivo dan BP batal membeli base fuel bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina karena ada kandungan etanol.

“Vivo membatalkan untuk melanjutkan setelah setuju membeli 40.000 barel base fuel, akhirnya tidak disepakati lagi,” ucap Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Rabu.

Padahal, sebelumnya PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) telah sepakat menyerap 40.000 barel BBM dari 100 ribu barel yang diimpor oleh Pertamina.

Achmad menjelaskan bahwa mundurnya Vivo disebabkan oleh temuan etanol sekitar 3,5 persen pada hasil uji lab base fuel yang diimpor oleh Pertamina.

Apabila mengacu kepada regulasi, lanjut Achmad, kandungan etanol tersebut masih diperkenankan. Ia menyampaikan bahwa ambang batas kandungan etanol yang diperkenankan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) adalah di bawah 20 persen.

“Kandungan etanol yang membuat teman-teman SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian base fuel, karena ada konten etanol tersebut,” ucapnya.

Tidak hanya Vivo, BP-AKR pun membatalkan kesepakatan untuk membeli BBM dari Pertamina. Batalnya kedua SPBU swasta membeli base fuel yang sudah diimpor oleh Pertamina menandakan tahap negosiasi antarbisnis (business to business/B2B) kembali ke titik awal.

Kemudian, 100.000 barel yang sudah diimpor oleh Pertamina tidak diserap oleh SPBU swasta. Meskipun demikian, Achmad optimistis SPBU swasta mau bernegosiasi dengan Pertamina untuk kargo selanjutnya yang akan tiba pekan ini.

“Tetapi teman-teman SPBU swasta berkenan, jika nanti pada kargo selanjutnya, siap bernegosiasi. Ini bukan masalah di kualitas, masalah di konten,” ucap Achmad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.