Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musik Bambu Tada dari Halmahera Tengah Masuk Ekspresi Budaya Tradisional yang Dilindungi

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Musik Bambu Tada dari Halmahera Tengah Masuk Ekspresi Budaya Tradisional yang Dilindungi Doc: Antara
Ket. Masyarakat Halmahera Tengah (Halteng) memainkan alat Musik Bambu Tada, Kamis (2/10/2025).

Ternate - Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara (Malut) menyebut, bambu tada adalah alat musik terbuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mengeluarkan bunyi-bunyian khas bamboo asal Halmahera Tengah (Halteng) masuk Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Kakanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir dalam keterangannya di Ternate, Kamis, mengatakan bahwa Musik Bambu Tada telah masuk sebagai ekspresi budaya tradisional yang dilindungi negara.

Hal itu, berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), Musik Bambu Tada masuk sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK) kategori ekspresi budaya tradisional yang berasal dari Weda, Halmahera Tengah (Halteng), sesuai permohonan Pemerintah Kabupaten (Halteng) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada tahun 2022.

"Salah satu manfaat pencatatan kekayaan intelektual komunal di antaranya ekspresi budaya tradisional yaitu pelestarian tradisi budaya tradisional secara turun-temurun yang dapat memberikan manfaat bagi pariwisata, dan ekonomi masyarakat lokal," ujar Argap Situngkir. 

Ekspresi budaya tradisional, kata dia, adalah segala bentuk ungkapan karya cipta, baik berupa benda maupun takbenda, atau kombinasi keduanya, yang menunjukkan keberadaan suatu budaya tradisional dan diwariskan secara komunal dari satu generasi ke generasi lainnya. Seperti tari, seni, kerajinan tangan, narasi, dan ekspresi artistik lainnya yang merefleksikan identitas dan nilai-nilai suatu masyarakat.

Sehingga, menurutnya, perkembangan Musik Bambu Tada tak terlepas dari era kolonialisme saat kedatangan bangsa Eropa, yakni Portugis, Spanyol, dan Belanda, tetapi lebih didominasi oleh bangsa Belanda melalui sekolah-sekolah zendingnya di tanah Halmahera.

"Ketika itu, sekolah-sekolah zending tersebut diberikan mata pelajaran seni suara yakni menyanyi yang kemudian berkembang dengan menggunakan iringan musik yakni Musik Bambu Tada," ujarnya.

Awalnya fungsi musik Bambu Tada ini sebagai alat hiburan pelepas dahaga bagi petani Weda yang sedang menjaga kebun atau berada di rumah bersama keluarga. Dalam perkembangannya digunakan dalam acara-acara khusus mengiringi nyanyian dan tarian. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
KAI Catat Volume Angkutan P...
Daerah
KAI: Kunjungan Wisata Solo ...
Nasional
Kedatangan Jupiter Aerobati...

KPK geledah rumah Silmy Karim

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
KPK geledah rumah Silmy Karim
Nasional
Bandara ditutup sementara t...

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.