San Siro Tinggal Kenangan, Stadion Baru Berkapasitas 71 Ribu Penonton Siap Dibangun
Rabu, 01 Okt 2025, 08:15 WIBMILAN, ITALIA - Salah satu stadion paling ikonik di dunia, San Siro, dipastikan menuju pembongkaran setelah dewan kota Milan pada hari Selasa (30/9) menyetujui penjualan stadion yang dijuluki La Scala del Calcio itu kepada dua raksasa kota mode, Inter dan AC Milan.
Kedua klub sempat mengancam hengkang dari Milan apabila kesepakatan tidak disetujui, bahkan sempat meninjau lokasi alternatif di pinggiran kota. Setelah perdebatan panjang lebih dari 11 jam, dewan kota akhirnya memberikan 24 suara setuju dan 20 menolak untuk penjualan senilai 197 juta euro (sekitar 3,9 triliun rupiah). Hasil itu memastikan Inter dan AC Milan akan menjadi pemilik stadion legendaris beserta lahan sekitarnya.
Konfirmasi hasil voting baru diumumkan jelang pukul 04.00 pagi waktu setempat setelah serangkaian amandemen dibahas. Bagi Inter, Milan, dan Wali Kota Giuseppe Sala, keputusan ini menutup ketidakpastian panjang terkait proyek pembangunan stadion baru senilai 1,2 miliar euro (23,6 triliun rupiah).
Proposal pembelian diajukan kedua klub pada bulan Maret lalu setelah rencana sebelumnya, yang mempertahankan status lahan sebagai milik publik, dibatalkan tahun 2023. Dalam pernyataan resmi, Inter dan Milan menyebut keputusan ini sebagai âlangkah bersejarah dan menentukan bagi masa depan klub dan kota.â
Apabila transaksi rampung sebelum 10 November, batas waktu sebelum keluarnya aturan perlindungan bangunan publik yang mencegah pembongkaran, kedua klub akan menguasai lebih dari 28 hektare lahan publik di barat Milan. Di atas lahan yang kini digunakan sebagai parkir dan taman kota itu, akan dibangun stadion baru berkapasitas 71.500 penonton dengan standar internasional.
San Siro nantinya akan hampir seluruhnya dibongkar untuk memberi ruang bagi taman baru, perkantoran, dan fasilitas hiburan. Rancangan proyek dipercayakan kepada firma arsitektur Foster and Partners serta MANICA.
Meski demikian, pembongkaran tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Inter dan Milan tetap akan bermain di San Siro hingga 2031, dengan stadion baru ditargetkan rampung pada tahun yang sama.
Dukungan bagi proyek ini datang berkat abstainnya sejumlah anggota dewan dari partai kanan-tengah Forza Italia, partai yang didirikan mendiang Silvio Berlusconi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus eks pemilik AC Milan. Namun, partai oposisi lain seperti Liga dan Brothers of Italy menolak, begitu pula beberapa anggota koalisi kiri yang selama ini mendukung kepemimpinan Sala.
Kritik juga menyeruak dari berbagai pihak politik yang menilai proses ini mengabaikan demokrasi lokal. Harga penjualan dianggap terlalu rendah untuk kawasan strategis, sementara detail pengembangan stadion baru dan area sekitarnya belum jelas.
Meski kontroversial, keputusan ini disambut baik federasi sepak bola Italia (FIGC). Pasalnya, Milan menjadi kandidat tuan rumah Piala Eropa 2032, yang akan digelar bersama Turki. FIGC wajib menyerahkan daftar lima stadion resmi kepada UEFA paling lambat Oktober 2026, dengan syarat proyek pembangunan atau renovasi harus dimulai sebelum Maret 2027.
Saat ini, dari 14 kandidat stadion di Italia, hanya Allianz Stadium milik Juventus di Turin yang sesuai standar UEFA.
- ac milan
- inter milan
- san siro
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Penting untuk Manajemen Waktu
-
Johnson dan Castle Bawa Spurs Permalukan Juara NBA Thunder
-
Klasemen Super League 2025/2026: Kalahkan Persija, Persib Juara Paruh Musim
-
Malam Kelam di San Siro, Dihancurkan Norwegia 1-4, Apakah Italia Tidak Lolos Lagi ke Piala Dunia?
-
Kiamat bagi AC Milan, Tumbang di Tangan Sassuolo, Mimpi Scudetto Resmi Terkubur Musim Ini
-
Untuk Vidi Aldiano, Shireen Sungkar Wakafkan Sumur di Gunung Kidul Yogya
-
Kemenperin Pacu Produksi Pick-Up Lokal demi Perkuat Kemandirian Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.