- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menlu RI Dorong Pengelolaa...
Menlu RI Dorong Pengelolaan Kecerdasan Buatan Jadi Kekuatan Perdamaian
Minggu, 28 Sep 2025, 22:30 WIBNEW YORK â Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa artificial intelligencek atau kecerdasan buatan (AI), harus dikelola secara bertanggung jawab. Menurut dia, hal itu dilakukan agar menjadi kekuatan bagi perdamaian, bukan sumber konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB bertema âAI in Military and Security Domainâ. Pertemuan ini diselenggarakan di bawah Presidensi Republik Korea di Markas Besar PBB, New York, Kamis (25/9).
Menlu Sugiono menyoroti pemanfaatan AI di ranah militer yang selain membuka peluang positif, juga menimbulkan risiko besar. Ia menyebut, Indonesia percaya bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan nyawa, termasuk dalam operasi kemanusiaan dan respons bencana.
âNamun, jika tidak dikendalikan, AI justru bisa memicu perlombaan senjata. Kemudian, emperkuat aktor non-negara yang tidak bertanggung jawab, dan mengganggu stabilitas regional,â kata Menlu Sugiono menegaskan.
Menlu Sugiono mengungkapkan kekhawatiran terbesar Indonesia adalah digunakannya AI dalam sistem operasi dan kendali nuklir. Sehingga, akan semakin meningkatkan risiko eksistensial dari senjata nuklir.
âIni bukan cerita fiksi ilmiah. Tetapi, ancaman nyata yang harus dicegah,â ujar dia..
Secara khusus, Menlu Sugiono menegaskan hukum internasional harus menjadi landasan dasar. Termasuk, Piagam PBB, hukum humaniter, hukum hak asasi manusia, serta rezim pelucutan dan non-proliferasi senjata.
Selain itu, pengambilan keputusan penggunaan senjata tidak boleh diserahkan pada algoritma. âKendali harus tetap dipegang oleh manusia dengan penuh tanggung jawab dan akuntabilitas,â ucap dia.
Indonesia juga menekankan urgensi tata kelola multilateral yang inklusif, agar aturan dan norma AI mencerminkan kepentingan seluruh negara yaitu bukan hanya mereka yang memiliki kapabilitas teknologi.
âPeran sektor swasta dan peneliti juga disorot sebagai bagian penting yaitu guna memastikan inovasi AI selaras dengan etika dan kemanusiaan,â kata Menlu RI.
Menlu Sugiono lebih lanjut mengingatkan bahwa kesenjangan digital tidak boleh semakin lebar. âIndonesia menyerukan pentingnya kerja sama internasional untuk membangun kapasitas, berbagi pengetahuan, dan memastikan akses yang setara,â ujar dia.
Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono secara lugas menekankan bahwa kecerdasan buatan harus senantiasa menjadi alat yang membantu manusia. Bukan sebagai alat untuk mengendalikan manusia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Hemat BBM, Pemerintah Lempar Opsi WFH—Solusi atau Sekadar Uji Coba?
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
Pemkot Surabaya Pastikan Layanan Kesehatan dan Darurat Tetap Buka Selama Libur Lebaran 2026
-
Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.