Duh! Harga Cabai Terus Meroket, Kenaikan Diprediksi hingga Bulan Depan, Pedagang dan Konsumen Sama-Sama Menjerit

Kamis, 25 Sep 2025, 01:00 WIB

JAKARTA – Harga cabai merah terus naik dan bahkan pada pekan ketiga September, lonjakannya cukup tinggi dengan rata-rata hingga 15,82 persen dibanding bulan sebelumnya. Jika terus berlanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan menggerus daya beli masyarakat.

Karenanya, pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah (pemda) perlu secepatnya melakukan intervensi harga dengan menggelontorkan pasokan ke pasar. Hal itu penting untuk mengantisipasi eskalasi harga yang makin meningkat, terlebih lagi sudah memasuki musim hujan.

Ket. Foto: Harga Cabai Terus Meroket — Sumber: antara

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menuturkan kondisi cabai merah keriting saat ini, seperti tren-tren pada tahun sebelumnya, memang sedang berfluktuasi. "Kita tahu curah hujan masih cukup tinggi dan di beberapa tempat disertai angin kencang. Itu mempengaruhi tanaman para petani cabai kita," ungkap Arief di Jakarta pada Rabu (24/9).

Di luar itu, terangnya, terjadi peralihan tanam baru, sebagian petani beralih dari cabai merah keriting ke cabai rawit merah. Hal itu tentu mempengaruhi pasokan ke pasaran sehingga harga pun turut terdampak.

"Bapanas mendorong pemerintah daerah saling bersinergi. Kita ada program FDP (Fasilitasi Distribusi Pangan). Mari kita ciptakan keterhubungan antardaerah," lanjut Arief.

Dalam pantauan Bapanas, per 23 September, rerata harga Harga Merah Keriting (CMK) secara nasional di produsen berada di 51.662 rupiah per kilogram (kg), sementara rerata harga CMK di konsumen 60.767 rupiah per kg.

Untuk itu, Arief mengajak pemda proaktif melalui kerja sama antardaerah, misalnya untuk membantu daerah yang masih memiliki harga CMK di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) di produsen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.