• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rural ICT Camp 2025, Perse...

Rural ICT Camp 2025, Persempit Kesenjangan Digital di Pedesaan dan Wilayah Terpencil

Senin, 22 Sep 2025, 18:43 WIB

JAKARTA – Saat ini Indonesia masih terjadi kesenjangan digital terutama di wilayah pedesaan dan terpencil. Pada tahun 2022, Kementerian Kominfo melaporkan bahwa ada sekitar 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G.

Untuk mempersempit kesenjangan digital di pedesaan dan wilayah terpencil, Common Room Networks Foundation (Common Room) kembali menyelenggarakan Rural ICT Camp yang telah diadakan sejak 2020. Tahun ini Rural ICT Camp 2025 akan diselenggarakan pada 23–26 September 2025 di Wisma Hijau, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Ket. Foto: Direktur Common Room, Gustaff H. Iskandar memaparkan rencana Rural ICT Camp 2025 pada 23–26 September 2025 di Jakarta pada hari Senin (22/9). Kegiatan yang akan berlangsung di Wisma Hijau, Cimanggis, Kota Depok dengan mengusung tema “Internet Komunitas dan Akses yang Bermakna.” — Sumber: Koran Jakarta - Haryo Brono

“Rural ICT Camp menjadi ruang temu tahunan bagi pegiat internet komunitas, organisasi masyarakat sipil, peneliti/akademisi, pemangku kebijakan, dan juga masyarakat umum untuk mengatasi kesenjangan digital di wilayah pedesaan dan tempat terpencil,” ujar Direktur Common Room, Gustaff H. Iskandar di Jakarta pada hari Senin (22/9).

Tahun ini, Rural ICT Camp 2025 mengusung tema “Internet Komunitas dan Akses yang Bermakna,” sebagai bagian dari tindak lanjut dari Konsultasi Nasional untuk Internet Komunitas yang Bermakna. Acara ini diselenggarakan oleh ICT Watch dan Jaringan Kolaborasi Rembuk Nusa di Jakarta pada 19 November 2024.

Kegiatan Rural ICT Camp 2025 melibatkan perwakilan peserta Sekolah Internet Komunitas yang ada 10 lokasi di 8 provinsi di Indonesia seperti Pulo Aceh (Provinsi Aceh), Kasepuhan Gelaralam dan Kecamatan Ciracap (Jawa Barat), Desa Tembok (Bali), Desa Sukadana (Lombok, Nusa Tenggara Barat), Desa Mata Redi dan BLK Don Bosco (Nusa Tenggara Timur), Kepulauan Taliabu (Maluku Utara), Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan), serta Ngata Toro (Sulawesi Tengah).

Dalam pelaksanaannya, tahun ini Rural ICT Camp akan terbagi menjadi beberapa bagian kegiatan, yakni Peluncuran Buku, Mini Exhibition Co-LABS dan Sekolah Internet Komunitas, Diseminasi Program Co-LABS, dan Diseminasi Program Co-LABS.

Acara Peluncuran Buku dilakukan sebagai panduan belajar IoT dan integrasi AI untuk pemula. Buku yang diluncurkan diharapkan dapat menjadi pegangan ringkas dan aplikatif bagi pemula untuk memulai proyek IoT dan mengintegrasikan AI.

“Panduan Manual Teknis Sistem Pemantauan Kualitas Air Laut Berbasis IoT merupakan panduan teknis lapangan untuk merancang, memasang, dan mengoperasikan sistem pemantauan kualitas air laut,” jelas Gustaff.

Sedangkan Mini Exhibition Co-LABS dan Sekolah Internet Komunitas adalah pameran mini yang menampilkan prototipe alat sensor yang digunakan dalam program Co-LABS di Pulo Aceh dan Maros, termasuk beberapa dokumentasi foto dan video dari kegiatan pelatihan Sekolah Internet Komunitas.

“Kegiatan Diseminasi Program Co-LABS berupa paparan pembelajaran teknologi tepat guna (AI, IoT, dan data terbuka) untuk ketahanan iklim yang terdiri dari sesi tanya-jawab dan praktik,” paparnya.

Dialog Kebijakan

Diskusi lintas pemangku kepentingan tentang kebijakan, tata kelola, skema pembiayaan, dan multiplikasi model internet komunitas di daerah pedesaan dan tempat terpencil. Selain itu terdapat sesi Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (Gedsi). Pada sesi ini dipaparkan pendekatan inklusif dan aman agar perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok marjinal agar dapat terlibat dan mendapat manfaat yang setara.

Rural ICT Camp 2025 melanjutkan rangkaian kegiatan tahunan yang sebelumnya digelar beberapa lokasi. Lokasi penyelenggaraan sebelumnya adalah di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi (2020–2021); Desa Tembok, Bali (2022); Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar (2023); dan Ciracap, Kabupaten Sukabumi (2024).

“Kegiatan ini selaras dengan upaya untuk mempercepat pemerataan akses internet dan teknologi digital, serta mendorong pemanfaatan akses internet yang bermakna di wilayah pedesaan dan tempat terpencil di Indonesia,” lanjut Gustaff.

  • Akses Internet
  • Rural ICT Camp 2025
  • Common Room
  • Common Room Networks Foundation
  • kesenjangan digital

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.