Kemenhaj Ajak Masyarakat Doakan Korban Banjir Sumatra
Jumat, 28 Nov 2025, 10:30 WIBJAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengajak masyarakat mendoakan para korban banjir di Sumatra agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi bencana hidrometeorologis itu.
âSaya juga ingin menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan dengan bencana alam yang hari ini sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, kemudian di Sumatera Barat,â ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Jumat.
Banjir bandang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra. Data Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (27/11) sore, banjir bandang dan tanah longsor meluas di 13 kabupaten/kota di Provinsi Sumut.
Sebanyak 13 wilayah dilanda bencana alam itu, terdiri atas sembilan kabupaten dan empat kota, yakni Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Di Provinsi Sumatera Barat, wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor, meliputi Agam, Padang Pariaman, Bukittinggi, Solok, dan Padang, sedangkan di Aceh dilaporkan 10 di antara 23 kabupaten/kota menetapkan status darurat bencana banjir yang membuat 1.497 jiwa mengungsi dan dua warga dilaporkan meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Dahnil menyebut bencana hidrometeorologis menjadi semacam peringatan dari Sang Pencipta agar manusia tidak lalai dalam merawat alam dengan baik dan benar.
Pemerintah terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian, sekaligus penanganan dampak bencana agar para korban banjir segera mendapatkan bantuan serta pemulihan.
âOleh sebab itu, kita berdoa untuk seluruh rakyat Indonesia yang sedang mengalami bencana, mulai dari Aceh sampai dengan Sumatera Barat, Sumatera Utara, selalu dilindungi oleh Allah. Kuat menghadapi semua tantangan yang sedang dialami, dan insyaallah pemerintah akan terus hadir untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana alam,â kata dia.
Basarnas mengerahkan personel perbantuan dari sejumlah kantor SAR di luar daerah untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui jalur laut menyusul terputus akses darat akibat banjir dan tanah longsor.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan langkah tersebut sebagaimana hasil koordinasi karena jalur darat di sejumlah titik masih belum dapat dilalui sehingga pengiriman personel dan peralatan juga dilakukan menggunakan armada laut.
âKarena jalur darat beberapa titik masih terputus, kita mengerahkan dengan fasilitas laut, KN SAR kami sudah siaga,â ujarnya.
- Banjir Sumatra
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Prabowo Setuju 125 Ribu Baju Reject Batal Ekspor Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana
-
Gangguan Kesehatan Mental Landa Generasi Muda, Wamen PPPA: Perlu Kolaborasi Multipihak untuk Cari Solusi
-
Legislator: Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Dipicu Pengawasan Pelepasan Hutan Lemah
-
Pramuka Jatim Guyur Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Rp 605 Juta
-
BPBD: Akses Jalan Nagan Raya-Aceh Tengah Putus Total, 100 Rumah Warga Beutong Ateuh Terendam Banjir hingga 90 Cm
-
Momen Prabowo Tegur Paspampres saat Warga Aceh Tamiang Ingin Foto Bersama
-
Menteri PU Tinjau Infrastruktur Terdampak Banjir Susulan di Aceh, Pastikan Akses Logistik ke Wilayah Gayo Lues Segera Terbuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.