Ngeri-ngeri Sedap, Jakarta Dikepung Gempa Sukabumi, Bogor, dan Hari Ini Bekasi. Jakarta Perlu Waspada

Senin, 22 Sep 2025, 18:56 WIB

JAKARTA – Jakarta berada dalam kepungan gempa. Dua hari lalu terjadi di Sukabumi dan Bogor. Lalu, hari ini di Bekasi. Jarak Jakarta - Bogor dan Bekasi yang begitu dekat membuat Pemprov Jakarta harus waspada gempa tersebut. Bisa saja gempa terjadi lagi. Karena Jakarta dekat Bogor/Sukabumi, dan Bekasi, perlu juga terus waspada. Apalagi gempa Bogor sangat dangkal, hanya 7 km kedalamannya. Karena sangat dangkal, gempa potensial destruktif, bila muncul lagi dengan magnitudo yang lebih besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang wilayah Sukabumi-Bogor pada 20–21 September 2025 dipicu aktivitas sesar aktif dangkal dengan mekanisme geser (strike-slip fault).

Ket. Foto: gempa bumi — Sumber: ist

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa gempa utama berkekuatan magnitudo 4,0 terjadi pada hari Sabtu (20/9) pukul 23.47 WIB itu berada di kedalaman tujuh kilometer di darat tepatnya di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Berdasarkan bentuk gelombang gempa yang terekam sensor seismik DBJI Darmaga dan CBJI Citeko, gempa ini jelas merupakan gempa tektonik, bukan gempa vulkanik,” katanya.

BMKG mencatat gempa tersebut dirasakan warga di Kalapanunggal dan Kabandungan dengan intensitas III–IV MMI, di Pamijahan dan Leuwiliang dengan intensitas III MMI, di Bogor II–III MMI, serta di Palabuhanratu dan Depok dengan intensitas II MMI.

Gempa yang terjadi menyebabkan kerusakan ringan lima rumah di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, yang dihuni sekitar 20 jiwa. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Kerusakan bangunan terjadi karena kombinasi hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak di lokasi terdampak, serta struktur bangunan rumah warga yang belum memenuhi standar tahan gempa.

BMKG juga mencatat telah terjadi 39 gempa susulan pascagempa utama, dengan magnitudo terbesar M3,8 dan terkecil M1,9. Dari jumlah itu, lima di antaranya dirasakan masyarakat. Daryono menambahkan gempa merusak di wilayah ini bukan pertama terjadi.

Maret 2020 gempa di Kabandungan merusak ratusan rumah, disusul kejadian Desember 2023, yang merusak 61 rumah, serta peristiwa Juli 2000 yang juga menimbulkan banyak kerusakan di beberapa kecamatan.

Gempa Bekasi

Sementara itu, BMKG juga mendeteksi gempa bumi tektonik yang berpusat di daratan wilayah Kabupaten Bekasi Senin (22/9) siang. Getarannya dirasakan warga hingga Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Senin, mengatakan gempa berkekuatan 2,6 magnitudo itu terdeteksi pada pukul 12.41 WIB dengan episenter di darat dengan kedalaman delapan kilometer pada jarak 17 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi.

“Hasil analisis menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 6,5 Lintang Selatan dan 107,26 Bujur Timur,” kata dia. Berdasarkan kajian BMKG, gempa tersebut tergolong dangkal dan dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat atau West Java back arc thrust.

Dampak guncangan gempa dirasakan masyarakat di wilayah Karawang dengan intensitas II–III MMI. Pada skala itu, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, benda ringan bergoyang, dan terasa seperti ada truk melintas.

Meski begitu, hingga laporan diterima BMKG, belum ada keterangan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini. Untuk itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan sekaligus diminta memastikan informasi resmi hanya melalui kanal informasi resmi BMKG.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.