Bawa Pesan Persahabatan, Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia Hadirkan Rentak Nusantara di Negeri Sakura
Senin, 22 Sep 2025, 20:45 WIBJAKARTA - Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia, sanggar binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, kembali membawa budaya Nusantara ke panggung dunia, melalui misi budaya bertajuk âRentak Nusantara Menyapa Jepangâ pada 15 dan 18 September 2025 di Jepang.
Pada misi itu Svadara tampil di dua ajang prestisius. Pertama di Indonesian Night 2025 yang merupakan ajang budaya bergengsi dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Kyoto yang tahun ini menandai 30 tahun penyelenggaraan. Kedua hadir di Osaka World Expo 2025, merupakan panggung berskala dunia yang mempertemukan bangsa dan budaya.
Selama 1,5 bulan, 26 delegasi yang terdiri dari 20 penari dan 6 official dengan latar belakang beragam mulai dari pelajar, pekerja lepas, karyawan, hingga ibu rumah tangga berlatih intensif untuk mempersiapkan pertunjukan. Meski berbeda latar belakang, mereka melebur dalam satu tujuan yaitu menampilkan tarian sebagai kekayaan budaya Indonesia.
âPartisipasi Svadara di dua ajang internasional ini bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga diplomasi budaya yang memperlihatkan wajah Indonesia yang inklusif, kaya, dan penuh warna,â ujar Ketua Tim Misi Budaya, Alviani Devi, melalui keterangannya pada hari Senin (22/9).
Di Kyoto dan Osaka, Svadara tampil di hadapan publik internasional, diaspora, dan pemangku kepentingan dengan menampilkan lima tarian khas dari berbagai daerah yaitu Tun Putri (Melayu), Enggang Gading (Kalimantan), Dikideng (NTT), Molong Bhako (Madura) dan Rampak Cut Dare (Aceh).
Membawa pesan persahabatan lewat tari, Svadara ingin memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia secara autentik dan penuh energi, dengan melibatkan generasi muda yang menjadi tulang punggung pelestarian seni tari.
Menurut Ketua Yayasan Svadara Warna Indonesia, Muhammad Jufri, pilihan tarian ini mencerminkan keragaman budaya Nusantara. âKami percaya budaya Indonesia selalu mendapat tempat di hati masyarakat dunia. Bagi kami, diplomasi budaya atau jembatan budaya adalah cara paling hangat untuk mempererat persahabatan antarbangsa,â ujarnya.
Di kesempatan yang sama, tim Svadara melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka. Konsul Jenderal RI Osaka, Bapak John Tjahjanto Boestami menyampaikan, âKami menyambut hangat Svadara di Jepang. Mereka menunjukkan bahwa seni dan budaya adalah Bahasa universal yang mampu memperkuat citra positif Indonesia di mata masyarakat internasional,â ungkapnya.
Di Kyoto, penampilan Svadara menjadi bagian dari Malam Indonesia Spesial 30 Tahun yang digelar oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Kyoto. Tahun ini merupakan tahun spesial karena selain kami merayakan Spesial Tahun ke-30 Malam Indonesia, PPI Kyoto kedatangan tamu istimewa, yaitu Svadara Warna Indonesia yang menampilkan beberapa tarian secara profesional dan membuat suasana Malam Indonesia sangat pecah dengan suasana kebudayaan dan kebanggaan.
âSelain itu, penampilan dari warga Kyoto seperti Wiyantari Sakuma, Asosiasi Persahabatan Jepang-Indonesia (APJI), dan teman-teman pelajar Indonesia di Kyoto menambah keseruan dalam pertunjukan Malam Indonesia,â ujar Ketua PPI Kyoto 2024/2025, Ayik Abdillah.
Dukungan sponsor dari Pegadaian, Wardah, Galeri Indonesia Kaya, dan Banyu Communications menjadi bukti bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi kreatif. Dukungan sponsor tidak hanya akan memperkuat program ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan bangsa di panggung dunia.
Persiapan misi budaya ini juga melibatkan banyak pekerja seni, mulai dari perajin kostum, penata rias, koreografer, hingga tim produksi musik. Bagi tuan rumah, festival budaya juga memberi dampak ekonomi. Kehadiran tim internasional mendorong interaksi lintas bangsa: penonton membeli tiket, menikmati kuliner, hingga berbelanja di bazar. Dengan demikian, diplomasi budaya lewat tari bukan hanya mempererat persahabatan, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi kreatif di dua negara.
Sejak berdiri, Svadara konsisten mengembangkan inovasi dalam seni tari dan musik tradisi. Melalui berbagai kolaborasi lintas negara, Svadara telah menjadi duta budaya yang menjembatani interaksi lintas bangsa, sekaligus memberi ruang bagi seniman muda untuk tumbuh dalam konteks global.
âPartisipasi di Jepang melanjutkan jejak internasional Svadara setelah meraih Gold Award di Asia Arts Festival 2025 (Singapura) dan Bronze Award di Powerful Daegu Festival 2025 (Korea Selatan). Bagi kami, ini bukan sekadar perjalanan menari, melainkan bagian dari misi jangka panjang agar budaya kita dikenal dan diapresiasi dunia,â terang Jufri.
- Jepang
- Sanggar Tari Svadara Warna Indonesia
- Rentak Nusantara Menyapa Jepang
- pentas tari
- Osaka World Expo 2025
- Kyoto
- Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
BMKG: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT
-
Menaker RI Saksikan Penandatanganan PKB XVI Bridgestone Indonesia, Apresiasi Hubungan Industrial Harmonis dan Transformatif.
-
Alarm Ekonomi Jepang! Hampir Separuh Perusahaan Belum Siap Hadapi Krisis Rantai Pasok
-
Dimitrov: Indonesia Lawan Spesial untuk Bulgaria, sebagai Memorabilia
-
Jepang Gelontorkan US$3 Miliar dari Dana Cadangan untuk Subsidi Tagihan Energi
-
Bau Gas Misterius Gemparkan Pusat Perbelanjaan Mewah di Tokyo, 25 Orang Jatuh Sakit
-
KemenPPPA Dorong Akses Keuangan Inklusif bagi Kaum Perempuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.