- Home
-
- Luar Negeri
-
- Alarm Ekonomi Jepang! Hamp...
Alarm Ekonomi Jepang! Hampir Separuh Perusahaan Belum Siap Hadapi Krisis Rantai Pasok
Senin, 01 Jun 2026, 01:30 WIBTokyo - Hampir separuh dari perusahaan Jepang belum menerapkan langkah-langkah untuk melindungi rantai pasok mereka di tengah bencana dan ketegangan global, menurut survei terbaru dari Kantor Kabinet Pemerintah Jepang.
Hal itu meningkatkan risiko terhadap penutupan pabrik atau gangguan logistik, yang dapat menghentikan produksi, serta berdampak pada perekonomian secara luas.
Dalam survei terhadap 1.759 perusahaan selama November dan Desember 2025, hanya 25,9 persen di antaranya yang menyatakan telah menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat rantai pasok mereka.
Gangguan pada rantai pasok baru-baru ini mendorong beberapa perusahaan di bidang makanan harus mengubah kemasan produk mereka karena kekhawatiran akan pasokan nafta akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Jepang rentan terkena bencana alam, di mana gempa bumi besar pernah mengganggu aktivitas produksi di masa lalu.
Pemerintah Jepang pun berencana mendorong berbagai perusahaan untuk mengambil langkah-langkah, seperti mendiversifikasi pemasok dan menyebarluaskan lokasi produksi.
Seorang pejabat Kabinet Pemerintah Jepang mengatakan perlu upaya lebih lanjut untuk "mencegah terhentinya aktivitas ekonomi" di negara itu.
Hasil survei itu menunjukkan responden yang belum mengambil langkah apa pun terkait kondisi tersebut ialah 26,8 persen perusahaan besar dengan modal 1 miliar yen (sekitar Rp110,5 miliar) atau lebih; 49,6 persen perusahaan menengah; dan 56,3 persen perusahaan kecil.
Survei tersebut juga menemukan bahwa perusahaan besar cenderung menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat rantai pasok. Sekitar 45 persen perusahaan besar telah melakukan langkah-langkah tersebut; sedangkan perusahaan menengah baru 23,2 persen dan perusahaan kecil sekitar 21,8 persen.
Di antara perusahaan yang menyatakan telah mengambil langkah-langkah tersebut atau sedang mempertimbangkannya; 57,9 persen di antaranya menyebutkan "diversifikasi pemasok" merupakan langkah paling umum. Kemudian, komunikasi risiko dengan pemasok serta kerja sama antar-perusahaan dan dukungan timbal balik menjadi langkah selanjutnya yang diambil, menurut survei tersebut.
- Jepang
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPR Desak Pemerintah Segara Selesaikan Permasalahan Banjir Jabodetabek
-
Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik
-
Google Bakal Hapus Watermark pada Gambar dan Video AI?
-
Ekosistem Belajar ParagonCorp Raih Bronze Award ETHCA Southeast Asia
-
IHSG Hari Ini Gagal Bangkit, Gejolak Global dan Faktor Domestik Bikin Pasar Tertekan
-
Penjelasan BMKG Mengapa El Nino Menguat tapi Sejumlah Wilayah Masih Diguyur Hujan
-
Bandara Kertajati Ditargetkan Jadi Pusat Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi di Tahun Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.