Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tahun Ini, Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar RDF Rorotan Siap Beroperasi

📅 Minggu, 21 Sep 2025, 10:44 WIB | Oleh:
Tahun Ini, Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar RDF Rorotan Siap Beroperasi Doc: DLH DKI
Ket. Fasilitas Refuse Derived Fuel" (RDF) Plant Rorotan, Jakarta.

JAKARTA - Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau "Refuse Derived Fuel" (RDF) Plant Rorotan sudah siap beroperasi tahun ini dengan sejumlah penyempurnaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Sabtu (20/9) mengatakan RDF Plant dirancang dengan sistem berlapis untuk menjaga kualitas udara, mulai dari pengendalian debu dan gas buang hingga penetralisasi kebauan.

“Teknologi ini sudah terbukti efektif digunakan di berbagai fasilitas serupa. Dengan begitu, masyarakat di sekitar lokasi tidak perlu khawatir terhadap potensi dampak negatif yang mungkin muncul,” kata dia.

Pemprov DKI pun berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan kenyamanan warga.

"Setiap kebijakan kota tidak boleh mengurangi kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam pengoperasian RDF Rorotan," kata Asep.

Dia berharap dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak, RDF Plant Rorotan dapat menjadi tonggak penting dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jakarta.

“Kami ingin warga tenang, tidak khawatir. RDF Plant Rorotan adalah solusi bersama yang manfaatnya akan dirasakan oleh jutaan orang,” ujar dia.

Dia memahami aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait rencana pengoperasian RDF Plant Rorotan.

Karenanya, dia memastikan setiap tahap pengoperasian dilakukan dengan standar keamanan tinggi dan ruang komunikasi yang terbuka, sehingga manfaat fasilitas ini dapat dirasakan bersama. Sementara dampak yang dikhawatirkan bisa ditekan semaksimal mungkin.

Adapun RDF Rorotan, kata Asep menjadi strategi memperlambat laju timbunan sampah agar tidak terjadi krisis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang yang sudah mencapai ketinggian 59 meter dan mendekati kondisi over topping.

“Kalau banjir bisa surut dalam 1–2 jam, berbeda dengan sampah. Jika TPA over topping, maka sampah tidak hilang, justru akan terus menumpuk hari demi hari. Kondisi ini pernah terjadi di beberapa daerah, bahkan sampai menyebabkan longsor,” jelas Asep.

Untuk mencegah situasi itu, Pemprov DKI telah menjalankan berbagai strategi, mulai dari pengurangan sampah di sumber melalui program bank sampah dan budidaya maggot, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih, pengembangan RDF di Bantar Gebang, hingga pembangunan RDF Plant di Rorotan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Lombok Tengah Tangan...
Olahraga
Mathew Baker Jadi Debutan T...
Megapolitan
Bupati Karawang: Penanganan...
Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Gel...
Olahraga
Jonatan Christie Amankan Te...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.