Heboh! Sedikitnya 62 UMKM Kopi Tumpah Ruah di Festival Papua 2025, Aroma Bisnis Kian Menggoda
Minggu, 21 Sep 2025, 18:30 WIBJAYAPURA â Kopi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan di daerah karena rantai nilainya melibatkan banyak lapisan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata.
Dengan pengelolaan yang tepat, kopi tidak hanya menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat lokal melalui peningkatan keterampilan, inovasi produk, dan penguatan kelembagaan.
Lebih jauh, tren global terhadap kopi specialty dan produk ramah lingkungan membuka peluang daerah untuk membangun merek lokal yang kompetitif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan lewat praktik pertanian berkelanjutan.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menyebutkan pelaksanaan Festival Kopi Papua yang ke-8 melibatkan 62 pelaku usaha dan petani kopi menjadi salah satu upaya mendorong ekonomi daerah berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturahman di Jayapura, Minggu (21/9) mengatakan kopi Papua memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi berkelanjutan karena prosesnya mulai dari hulu hingga ke hilir ada di daerah.
"Pada Festival Kopi Papua 2025 kami mengangkat tema 'Dari Gunung, Lembah, Pantai hingga Pasar Global' sebagai tanda semua dari hulu ke hilir harus bergerak bersama," katanya.
Menurut Faturachman, manfaat ekonomi kopi sudah nyata dirasakan masyarakat Papua, baik di sisi hulu di mana perkebunan kopi mampu menyerap lebih dari dua ribu tenaga kerja.
"Sementara dari sisi hilir, kedai kopi menghadirkan hampir seribu lapangan pekerjaan," ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, dengan Festival Kopi ke-8 ini pihaknya mengajak seluruh elemen untuk melihat dan mengambil peluang-peluang dari ekonomi berkelanjutan serta meningkatkannya untuk kemajuan ekonomi daerah.
"Di sini kami hadirkan, selain pelaku usaha kopi, juga petani kopi, sehingga para pengunjung, pemerintah serta instansi terkait lainnya bisa melihat dengan jelas kenapa komoditas kopi ini bisa sebagai ekonomi berkelanjutan," katanya.
Dia menambahkan kehadiran komoditas kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga bisa menjadi jawaban atas tantangan terhadap pengangguran yang masih lebih tinggi di daerah ini dibandingkan rata-rata nasional.
Festival Kopi Papua 2025 akan berlangsung selama tiga hari pada tanggal 20-22 September 2025 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari workshop dan kompetisi manual brew serta latte art, talkshow inspiratif bersama barista nasional, hingga diskusi tematik mengenai potensi kopi sebagai komoditas unggulan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Parkir! Smart Parking Pangkalpinang Dongkrak PAD hingga Rp15 Miliar
-
Cosmobeauté Indonesia 2026 Perluas Kolaborasi Industri Kecantikan
-
Manfaatkan AI, UMKM Indonesia Mulai Perluas Pasar ke Malaysia dan Singapura
-
Pertamina Patra Niaga Balikpapan Salurkan Bantuan Masker dan Vitamin untuk Masyarakat
-
Warga Demak Jangan Asal Pilih Investasi! Ini yang Perlu Diperhatikan
-
Etihad Tempuh Konsultasi Hukum Usai Temuan Pelanggaran Finansial Manchester City
-
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Indonesia ke Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.