Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lampung Kembangkan 'Integrated Area Development' Berbasis Perhutanan Sosial

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 19:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lampung Kembangkan 'Integrated Area Development' Berbasis Perhutanan Sosial Doc: Antara
Ket. Kawasan hutan yang ada di Kabupaten Lampung Barat.

Bandarlampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyusun Integrated Area Development (Pengembangan Wilayah Terpadu) berbasis perhutanan sosial untuk mendukung pelestarian ekosistem serta kesejahteraan masyarakat.

"Kabupaten dan kota yang memiliki kawasan hutan diharapkan dapat ikut aktif membina petani hutan. Oleh karena itu, penyusunan dokumen Integrated Area Development berbasis perhutanan sosial mulai mendesak untuk dilakukan," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung M Firsada berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat (19/9).

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan agar pembinaan lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem dan mendukung kesejahteraan masyarakat bisa berjalan dengan dukungan anggaran yang sah dari pemerintah daerah.

"Hutan bukan sekadar hamparan hijau, tetapi juga sebuah entitas kehidupan dan sumber penghidupan bagi masyarakat. Kemudian saat ini sedang marak fenomena bencana alam, seperti banjir, yang kerap terjadi saat musim hujan," katanya.

Dia menjelaskan adanya kondisi tersebut tak lepas dari perubahan fungsi kawasan hutan yang kini banyak beralih menjadi budidaya monokultur maupun permukiman. Tercatat sekitar 80 persen kawasan hutan yang menjadi kewenangan provinsi telah dimanfaatkan oleh manusia.

"Kerusakan hutan pada akhirnya berdampak bagi semua. Dan yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi ini adalah perhutanan sosial. Melalui skema ini petani tidak lagi dianggap sebagai penggarap ilegal, tetapi sebagai mitra untuk mengelola hutan dengan pola agroforestri yang memberi manfaat ekonomi sekaligus memulihkan fungsi lingkungan," ucap dia.

Dia melanjutkan, saat ini lebih dari 94 ribu kepala keluarga telah menggantungkan hidup pada kawasan hutan, dan menghasilkan berbagai komoditas dengan nilai transaksi ekonomi mencapai lebih dari Rp300 miliar.

“Angka ini membuktikan hutan bisa menyejahterakan warga sekaligus tetap hijau jika dikelola dengan bijak. Selain itu, penting juga dilakukan pencatatan data produksi perhutanan sosial agar tidak ada kontribusi masyarakat yang terlewat," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan karena komoditas yang dihasilkan masyarakat dalam kawasan hutan tidak seluruhnya masuk dalam data resmi sektor pertanian, perkebunan, maupun peternakan.

"Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengawasi langsung seluruh kawasan hutan. Maka perlu melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan. Dengan menjaga hutan, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Harga Cabai Rawit Rp150.000/Kg, Telur Ayam Rp29.500/Kg

36 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Harga Cabai Rawit Rp150.000...

Tren Positif Masih Lanjut, 21 Oktober 2026

44 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Tren Positif Masih Lanjut, ...
Daerah
Apa Penyebab Kebakaran KMP ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.