The Fed Pangkas Suku Bunga 25 bps ke 4,00% - 4,25%. Berikut Ulasannya

Kamis, 18 Sep 2025, 01:32 WIB

WASHINGTON, DC – Beberapa menit yang lalu tepatnya pukul 01.00 WIB Kamis 18 September 2025, Federal Reserve (The Fed) akhirnya mengambil langkah yang telah lama dinantikan pasar dengan memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, mencoba menyeimbangkan perlawanan terhadap inflasi dengan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Seperti yang telah diantisipasi secara luas, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam pertemuan bulan September memutuskan untuk menurunkan Federal Funds Rate (FFTR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi di kisaran 4,00% - 4,25%. Pemotongan ini merupakan yang pertama sejak Desember tahun lalu, menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan moneter AS setelah periode agresif pengetatan yang berlangsung lebih dari dua tahun.

Yang lebih diperhatikan pasar adalah pandangan ke depan The Fed, yang ternyata lebih "dovish" (condong melonggar) daripada proyeksi sebelumnya. "Dot Plot" terbaru, yang mencerminkan proyeksi individu anggota FOMC, mengungkapkan ekspektasi untuk dua pemotongan suku bunga tambahan masing-masing 25 bps pada akhir tahun 2024, yang akan membawa suku bunga ke kisaran 3,50%-3,75%.

Proyeksi untuk tahun-tahun berikutnya juga menunjukkan kelonggaran, berikut kami ulas ringkas apa yang disampaikan Powell dalam pidatonya saat FOMC beberapa menit yang lalu:

1. Akhir 2025: Pandangan median suku bunga pada 3,1% (turun dari proyeksi Maret 3.4%)

2. Akhir 2026: Pandangan median pada 2.9% (disebutkan dalam analisis, namun angka 2.9% adalah inferensi dari teks asli untuk konsistensi naratif; data resmi mungkin bervariasi sedikit)

Ket. Foto: Chart index US Dollar, terjun jauh sesaat setelah Powell mengumumkan pemangkasan suku bunga USD. Penurunan ini mencapai harga terendah dalam 43 bulan terakhir. — Sumber: Tradingview

3. Suku bunga jangka panjang tetap ditahan di 3.0%, mengisyaratkan bahwa era suku bunga ultra-rendah pasca-2008 telah berakhir.
Dukungan dari Proyeksi Ekonomi yang Mixed

4. Keputusan untuk mulai melonggar didukung oleh Summary of Economic Projections (SEP) yang menunjukkan kondisi ekonomi yang mulai mendingin namun tetap resilien.

5. Inflasi: Proyeksi inflasi inti (PCE) untuk 2025 tetap stabil di 3.1%, masih di atas target The Fed 2%, yang menunjukkan jalan menuju target masih panjang.

6. Pertumbuhan: Ekonomi diperkirakan tumbuh lebih kuat pada 2025 dengan proyeksi PDB 1.8% (naik dari sebelumnya 1.5%), mengindikasikan keyakinan akan "soft landing" – yaitu menurunkan inflasi tanpa memicu resesi.

7. Tenaga Kerja: Tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 4.5% pada akhir 2025, sebuah kenaikan yang dipandang moderat dalam menghadapi penurunan inflasi.

Dengan langkah pertama ini telah terwujud, fokus investor kini bergeser ke seberapa dalam dan seberapa cepat siklus pelonggaran ini akan berlangsung. Komunikasi The Fed dan data ekonomi ke depan, terutama laporan inflasi dan tenaga kerja, akan menjadi kunci dalam memvalidasi apakah dua pemotongan suku bunga lagi tahun ini akan terealisasi.

The Fed menegaskan komitmennya pada mandat ganda (stabilitas harga dan kesempatan kerja penuh) dan menyatakan akan terus memantau data secara berhati-hati sebelum mengambil langkah kebijakan selanjutnya. Bank sentral juga menyepakati untuk mempertahankan laju pengurangan neraca (quantitative tightening) seperti saat ini.

Ref: 

  • Bloomberg Asia
  • Forex Factory

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Winoto Wahyu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.