Formula 1: Verstappen Kritik Teknologi Mobil F1 Terbaru, Rasanya Seperti Game Balap

Jumat, 13 Mar 2026, 07:00 WIB

SHANGHAI, TIONGKOK — Juara dunia empat kali Max Verstappen melontarkan kritik bernada humor terhadap generasi baru mobil Formula 1. Pembalap Red Bull Racing itu bahkan berseloroh bahwa dirinya kini lebih sering “berlatih dengan Mario Kart” karena terasa lebih realistis dibandingkan simulator balap.

Komentar tersebut muncul menjelang seri kedua musim ini, Chinese Grand Prix di Shanghai International Circuit, setelah Verstappen mengalami akhir pekan yang tidak mudah pada balapan pembuka di Australia.

Ket. Foto: Max Verstappen. — Sumber: AFP

Pada seri pembuka Australian Grand Prix di Melbourne, Verstappen mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi yang membuatnya harus memulai lomba dari posisi ke-20 di grid. Meski demikian, pembalap Belanda tersebut berhasil bangkit dengan performa impresif dan finis di posisi keenam.

Musim ini, mobil F1 memasuki era baru dengan teknologi yang menggabungkan tenaga mesin konvensional dan listrik secara seimbang, masing-masing sekitar 50 persen. Sistem tersebut menuntut pembalap untuk mengelola penggunaan baterai sekaligus memaksimalkan proses pemulihan energi selama balapan.

Selain itu, mobil juga dilengkapi sejumlah fitur baru seperti straight-line mode, aerodinamika aktif, serta tombol overtake dan boost. Bagi Verstappen, kompleksitas tersebut membuat pengalaman mengemudi terasa lebih seperti permainan video daripada balapan nyata.

“Saya menukar simulator dengan Nintendo Switch,” kata Verstappen sambil bercanda.“Saya sekarang berlatih dengan Mario Kart. Menemukan jamur cukup mudah, tapi cangkang birunya agak sulit.”

Verstappen juga mengungkapkan bahwa saat ini ia belum sepenuhnya menikmati sensasi mengemudi mobil F1 generasi terbaru. Untuk mencari tantangan berbeda, ia bahkan mengonfirmasi akan ambil bagian dalam balapan ketahanan legendaris 24 Hours of Nürburgring tahun ini. “Saya tentu berharap bisa lebih menikmati balapan,” ujarnya.

Pembalap berusia 28 tahun itu mengatakan ingin mencoba lebih banyak ajang balap ikonik di luar Formula 1. Di antaranya adalah lintasan legendaris Nürburgring Nordschleife, serta balapan klasik di Circuit de Spa-Francorchamps dan 24 Hours of Le Mans.

“Saya mengombinasikan berbagai hal dan juga melakukan aktivitas lain yang sangat menyenangkan,” kata Verstappen.

Meski begitu, ia mengakui situasinya terasa paradoks. Di satu sisi ia kurang menikmati mengemudi mobil F1 saat ini, tetapi di sisi lain ia tetap menikmati kerja sama dengan tim.

“Agak kontradiktif karena saya tidak benar-benar menikmati mengendarai mobilnya, tetapi saya sangat menikmati bekerja dengan semua orang di tim dan juga dari departemen mesin,” jelasnya.

Meski melontarkan kritik, Verstappen tetap optimistis situasi akan membaik seiring evaluasi regulasi baru yang sedang berlangsung. Para pembalap, menurutnya, sudah berdiskusi dengan pihak penyelenggara mengenai kemungkinan penyesuaian.

Ia mengaku telah berdialog langsung dengan FIA dan pihak manajemen Formula 1 mengenai pengembangan aturan ke depan.

“Saya tentu berharap semuanya akan menjadi lebih baik,” kata Verstappen. “Saya sudah berdiskusi dengan F1 dan FIA, dan saya rasa kami sedang menuju sesuatu yang bisa memperbaiki semuanya.”

Dengan berbagai penyesuaian yang masih terus dibahas, Verstappen berharap era baru Formula 1 tidak hanya menghadirkan teknologi canggih, tetapi juga tetap menjaga sensasi balap yang menjadi daya tarik utama olahraga tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.