Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Pertanian Modern Tingkatkan Panen di Kukar

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Pertanian  Modern Tingkatkan Panen di Kukar Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama gabungan kelompok tani usai melalukan panen raya di di kawasan bukit biru, Kutai Kartanegara.

KUTAI KARTANEGARA - Penerapan teknologi pertanian modern di kawasan Bukit Biru, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong peningkatan hasil panen padi hingga mencapai 5 ton per hektare. Kondisi ini menjadi sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah Kukar.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan saat ini petani yang tergabung dalam kelompok tani mulai merasakan manfaat penerapan teknologi pertanian modern berbasis Bio-Invigorasi, Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), dan digital farming yang menjadi program pemerintah bersama dengan Bank Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi prestasi pertanian di Kukar. Tidak heran jika Kukar menjadi juara terbaik ketiga nasional dalam indeks ketahanan pangan, karena sekitar 13.000 hektare sawah atau sepertiga lahan pertanian Kaltim berada di Kukar. Teknologi yang dikembangkan, termasuk oleh Politani, akan semakin meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya.

Pemanfaatan teknologi seperti drone sprayer hingga benih unggul terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi. Para petani pun menyambut positif inovasi ini.

“Dengan drone sprayer, pekerjaan lebih cepat dan hemat biaya. Hasil panen juga lebih baik berkat benih Bio-Invigorasi,” ungkap Ketua Kelompok Tani Tenggarong Seberang Karsono.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Hamka menjelaskan adanya peningkatan signifikan hasil panen dari penerapan sistem demplot di berbagai kelompok tani.

“Di Gapoktan Bukit Biru terjadi kenaikan hasil panen hingga 5,3 ton per hektare, sementara di Desa Suka Maju mencapai 7,23 ton per hektare. Jika di prosentase, peningkatannya sekitar 74 persen,” jelasnya.

Hamka menambahkan, pendampingan administrasi dan penerapan teknologi modern tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru bagi petani. “Efek dari penerapan sistem ini akan memajukan pertanian ke depan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Para petani juga mengapresiasi peran Pemprov Kaltim bersama Bank Indonesia Perwakilan Kaltim yang telah memberikan edukasi dan dukungan sarana-prasarana.

Mereka berharap agar program inovasi pertanian modern ini dapat berlanjut dan diperluas ke wilayah lain di Kaltim, sehingga semakin banyak kelompok tani yang merasakan manfaat digital farming dan Bio-Invigorasi.

Hasil uji coba penanaman padi dengan menerapkan sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) di Kukar berhasil mendongkrak produktivitas panen padi dari sebelumnya 3,6 ton per hektare menjadi 6,2 ton per hektare. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.