Meski Ekonomi Berfluktuasi, Transaksi Digital Tetap Ngebut, BI Buka Suara
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARAHO-Bank Mandiri
JAKARTA – Sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal menjadi fondasi penting dalam mendukung kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.
Kepercayaan pengguna terhadap keamanan transaksi menentukan keberlanjutan adopsi layanan digital, sementara kelancaran dan keandalan infrastruktur memastikan efisiensi serta stabilitas arus pembayaran.
Dengan meningkatnya volume transaksi digital, keberadaan sistem yang kuat tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga memperkuat inklusi ekonomi melalui akses yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha. Hal ini menjadikan sistem pembayaran sebagai pilar strategis bagi transformasi digital nasional.
Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2025 tetap berlangsung dengan baik, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (17/9), mengatakan bahwa hal tersebut tercermin dari volume transaksi pembayaran digital yang mencakup transaksi melalui aplikasi mobile dan internet.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,43 miliar transaksi atau tumbuh 39,79 persen year on year (yoy) pada Agustus 2025, didukung oleh peningkatan seluruh komponennya,” kata Perry.
Secara rinci, volume transaksi aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,86 persen (yoy) dan 18,85 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 145,07 persen (yoy).
Perry mengatakan bahwa kinerja yang positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 398,65 juta transaksi atau tumbuh 27,54 persen (yoy) dengan nilai transaksi menyentuh Rp967,29 triliun pada Agustus 2025.
Adapun volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 876,89 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp17.170,27 triliun di sepanjang Agustus 2025.
Sementara dari sisi pengelolaan uang rupiah, uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 12,14 persen (yoy) menjadi Rp1.180,49 triliun pada Agustus 2025.
Perry menegaskan bahwa stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.
Infrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada Juli 2025.
Sementara struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!