Kemendiktisaintek Bongkar Ambisi: Rare Earth Jadi Senjata Strategis Bangsa
Kamis, 18 Sep 2025, 12:30 WIBPANGKALPINANG â Indonesia kini semakin serius menggarap logam tanah jarang (rare earth) sebagai sumber daya strategis. Upaya ini bukan sekadar eksplorasi, tapi juga mencakup penguasaan teknologi pemurnian hingga hilirisasi.
Langkah tersebut penting karena rare earth menjadi kunci bagi berbagai industri masa depan, mulai dari energi terbarukan, baterai, hingga perangkat digital.
Dengan mengolah sendiri, Indonesia bisa meningkatkan nilai tambah, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat daya saing ekonomi di level global.
Untuk itu, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemendiktisaintek) mempersiapkan teknologi pemurnian, pemisahan hingga menjadi produk hilir logam tanah jarang, guna meningkatkan perekonomian.
"Indonesia saat ini terus mempersiapkan untuk mengelola logam tanah jarang yang diharapkan dapat menjadi lompatan untuk pengembangan rare earth," kata Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Kamis (18/9).
Ia mengapresiasi PT Timah yang sudah memulai perhitungan cadangan logam tanah jarang ini dari 2016 di Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sekarang terus dipersiapkan sehingga rare earth jadi kekayaan Bangsa Indonesia untuk digunakan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.
"Dalam waktu dekat kita akan bekerja keras untuk mengolah rare earth dan ini harapan menjadi salah satu lompatan bangsa kita untuk menunjukkan kepada dunia kita bisa menguasai teknologi pemurnian dan pemisahan hingga ke produk hilir sehingga nilai tambah akan sangat berlipat," ujar dia.
Ia mengatakan ke depannya Kemendiktisaintek akan mendukung PT Timah Tbk dalam mengelola logam tanah jarang ini untuk kepentingan Bangsa Indonesia.
"Kami akan melakukan uji coba, pengukuran dan pemisahan untuk memajukan bangsa dan ini kesempatan besar, salah satu terobosan dari Indonesia," katanya.
Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan upaya terbaik untuk melahirkan teknologi dan menyusun hilirisasi rare earth ini.
"Kita sudah meletakkan landasan untuk membangkitkan industri logam rare earth ini," ujar dia.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara berharap adanya dukungan penjaminan keberlanjutan pasokan bahan baku mineral melalui pengaturan kebijakan dan dukungan kemitraan strategis.
"PT Timah berharap adanya dukungan penyediaan jejaring pakar, laboratorium pengujian dan fasilitas penelitian serta pengembangan terpadu untuk mempercepat penguasaan teknologi dan fasilitasi kemitraan dengan penyedia teknologi industri guna mendukung transfer teknologi dan percepatan industrialisasi," katanya.
- Logam Tanah jarang
- Rare Earth
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, Tiongkok Perketat Aturan Ekspor Tanah Jarang
-
BPBD Lombok Timur Masih Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan Meski Hujan Turun
-
Dorong Wisata Olahraga, Wakil Wali Kota Ungkap Konsistensi Tangerang Bangun "Sport Tourism"
-
Demi Logam Tanah Jarang, Jepang Siap Terjun ke Penambangan Laut Dalam
-
Pameran Flona Jakarta 2025 Resmi Dibuka
-
Dana Tambahan Rp10,6 Miliar untuk Monumen Reog Ponorogo
-
Pelajar SD di Surabaya Belajar Membuat Tas dari Kaos Bekas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.