Jawa Hindari Banjir Bandang seperti Bali dan NTT, Lakukan Modifikasi Cuaca

Kamis, 18 Sep 2025, 00:55 WIB

SURABAYA – Pengalaman dengan banjir bandang Bali dan NTT, maka Jatim dan Jabar langsung lakukan langkah-langkah antisipatif cuaca ekstrem. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan setelah fenomena atmosfer yang sebelumnya memicu banjir besar di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bergeser ke arah barat Indonesia.  

Ket. Foto: Modifikasi cuaca — Sumber: ist

“BNPB bersama BMKG terus memantau pergerakan gelombang atmosfer Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO). Saat ini potensi hujan lebat lebih terkonsentrasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” kata dia.   OMC di Jawa Timur dilakukan sejak Sabtu (13/9) menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI yang beroperasi dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda.

Area penyemaian mencakup Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Tuban, hingga perairan Banyuwangi dengan 800 kilogram NaCl dan 1.600 kilogram CaO. Di Jawa Barat, OMC dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pesawat Cessna Caravan PK-YNA. Pada Minggu (14/9), dua sorti penerbangan menyemai 800 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO di atas langit Pandeglang, Banten, serta Bogor.

Berdasarkan pantauan radar BMKG, OMC di Jawa Barat terindikasi mengurangi curah hujan di wilayah Jabodetabek hingga 31 persen. Abdul menjelaskan operasi ini bertujuan meredistribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah padat penduduk. Di sisi lain, BNPB juga mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dengan pembersihan drainase, normalisasi sungai, serta edukasi masyarakat menghadapi potensi banjir. “Harapannya banjir besar seperti di Bali dan NTT tidak terulang di Jawa,” katanya.

Konektivitas

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, komitmennya memperkuat konektivitas perhubungan laut, udara, dan darat sebagai Gerbang Baru Nusantara dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tahun 2025.

Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu, menyebutkan, dia membangun pelabuhan dan dermaga di Jawa Timur meliputi Pelabuhan Probolinggo, dan Pelabuhan Paciran Lamongan. Kemudian Pelabuhan Brondong Lamongan, Pelabuhan Jangkar Situbondo, Pelabuhan Boom Banyuwangi, hingga pelabuhan di kepulauan Sumenep, Gresik, Trenggalek, dan Sampang.

"Keberadaan pelabuhan ini tentu memudahkan akses wisatawan ke destinasi wisata, seperti Pulau Gili Iyang. Maupun membawa logistik ke daerah kepulauan," katanya di sela-sela kunjungan kerja di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Terkait konektivitas udara, Khofifah menjelaskan Wings Air bersama Lion Group membuka tiga rute baru dari Bandara Internasional Juanda Surabaya keSemarang mulai 19 September, Yogyakarta mulai 20 September, dan Banyuwangi mulai 24 September.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.