Uveitis, Gangguan Retina yang Dapat Sebabkan Kebutaan Namun Sering Diabaikan
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 19:02 WIB | Oleh: Haryo BronoDilating drops (cycloplegics) atau tetes mata untuk melebarkan pupil mata guna mengurangi nyeri akibat kejang iris dan mencegah pembentukan jaringan parut. Kortikosteroid (oral ataupun suntik) untuk mengatasi peradangan sistemik pada pada kasus yang lebih berat atau uveitis posterior.
Pemberian obat imunosupresan, seperti methotrexate atau biologics, untuk kasus uveitis yang bersifat kronis atau disebabkan oleh penyakit autoimun. Padisen diberi antibiotik, antivirus, atau antijamur jika teridentifikasi akibat infeksi.
Penyebab Utama Kebutaan
Kembali pada peringatan World Retina Day 2025, perlu dicamkan bahwa gangguan retina merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, dengan akar penyebab yang beragam bergantung pada kelompok usia.
Sebaiknya Anda baca juga:
WHO memperkirakan 196 juta populasi dunia mengalami degenerasi makula dan 146 juta menderita retinopati diabetik; menempatkan keduanya sebagai gangguan retina dengan jumlah penderita terbanyak. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi retinopati diabetik mencapai 43,1%.
Sebagai eye care leader di Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics telah tepercaya sebagai pionir dalam penanganan gangguan retina secara komprehensif. Layanan khusus retina tersedia di seluruh 16 cabang dengan penatalaksanaan yang telah terstandarisasi. Tata laksana gangguan retina mulai dari terapi laser, injeksi retina sampai tindakan bedah retina.
Khusus di RS Mata JEC @ Menteng, penanganan retina tersentralisasi melalui JEC Retina Center yang dilengkapi 15 pemeriksaan diagnostik berteknologi tinggi, dan siaga melayani kedaruratan retina 24 jam. Diperkuat 11 dokter mata dengan subspesialisasi retina, RS Mata JEC @ Menteng telah menangani lebih dari 12 ribu pasien gangguan retina dan infeksi mata selama 3 tahun terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng menyampaikan, sebagai pusat rujukan retina nasional, RS Mata JEC @ Menteng berupaya untuk mewujudkan komitmen besar JEC dalam mengoptimalisasi penglihatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui JEC Retina Center, kami memberikan penanganan retina dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan keahlian medis yang teruji dan didukung dengan teknologi canggih,” ucapnya.
Fasilitas unggulan JEC Retina Center di RS Mata JEC @ Menteng, seperti Comprehensive Diagnostic Center (CDC): Keratograph, OCT, Microperimetri dan Retinal Camera. Teknologi pencitraan fundus (bagian retina): Foto Fundus, Foto Fundus, Fundus dengan Fluorescein Angiography (FFA), dan Fundus dengan Indocyanine Green (ICG). Optical Coherence Tomography (OCT), USG Mata, dan Laboratorium, serta kamar bedah.
“Dengan semangat World Retina Day 2025 dan Inflammation Eye Disease Awareness Week, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan mata dengan melakukan deteksi dini gangguan retina dan inflamasi mata. Langkah preventif kecil ini krusial menghindarkan ‘jendela dunia’ kita dari risiko yang lebih serius, termasuk kebutaan. Ingat, semakin cepat tertangani, semakin besar peluang penglihatan terselamatkan,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!