Meski Dilanda Banjir, BI Tegaskan Inflasi Bali Terkendali dan Ekonomi Tetap Optimis

Rabu, 17 Sep 2025, 18:44 WIB

DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyampaikan bahwa penyaluran bantuan logistik dari berbagai pihak turut membantu menjaga pengendalian inflasi pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam memastikan pengendalian inflasi berjalan efektif. Dengan langkah ini, kepercayaan sekaligus optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian daerah diharapkan tetap terjaga.

Ket. Foto: Arsip foto - Sejumlah warga terdampak banjir mendapat bantuan logistik di Balai Banjar Tohpati Denpasar, Bali, Jumat (12/9). — Sumber: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Bank sentral bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus memperkuat koordinasi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga melalui pemantauan distribusi dan ketersediaan pasokan pangan.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak. Selain itu, TPID melaksanakan operasi pasar murah, melakukan pengawasan harga terhadap komoditas utama, serta memastikan jalur distribusi tetap lancar.

“Dengan inflasi yang terjaga, diharapkan konsumsi rumah tangga dapat meningkat, minat investasi tetap tinggi, dan aktivitas ekonomi daerah semakin kuat,” ujar Erwin.

Berdasarkan pemantauan di 60 pasar tradisional melalui aplikasi Sigapura Bali, hingga Selasa (16/9) atau enam hari setelah banjir, perkembangan harga rata-rata sejumlah komoditas terpantau relatif stabil.

Harga beras medium stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) berada di level Rp11.756 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium tercatat Rp14.583 per kilogram, dan beras premium tetap stabil di Rp15.890 per kilogram. Untuk komoditas minyak goreng, rata-rata harga berada di Rp20.065 per kilogram.

Meski demikian, harga cabai merah besar mengalami kenaikan sebesar Rp2.920 sehingga mencapai Rp33.538 per kilogram. Kenaikan ini menjadi satu-satunya komoditas yang menunjukkan pergerakan harga cukup berarti pascabanjir.

Di sisi lain, BI Bali juga melakukan survei konsumen yang hasilnya menunjukkan optimisme masyarakat masih terjaga. Per Agustus 2025, nilai indeks keyakinan konsumen di Bali tercatat 129,5 atau tetap berada di atas angka 100.

Survei konsumen tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan BI untuk mengetahui tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus ekspektasi mereka terhadap perekonomian ke depan.

  • inflasi
  • banjir bali
  • bi bali
  • ekonomi bali

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.