- Home
-
- Megapolitan
-
- BPS DKI Sebut Inflasi Bula...
BPS DKI Sebut Inflasi Bulanan Pada Lebaran Cenderung Tinggi
Rabu, 01 Apr 2026, 15:53 WIBJAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan angka inflasi bulanan Jakarta pada bulan yang bertepatan dengan Idul Fitri cenderung cukup tinggi, setidaknya dalam lima tahun terakhir.
"Pada bulan bertepatan dengan Idul Fitri selalu terjadi inflasi yang cukup tinggi dikarenakan meningkatnya permintaan jumlah barang dan jasa," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan beberapa komoditas tercatat memberikan andil inflasi yang tinggi saat momen Lebaran 2022 yang jatuh pada Mei, yaitu telur ayam ras, angkutan udara, bawang merah, bawang putih, serta nasi dengan lauk. Tingkat inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,06 persen.
Selanjutnya pada 2023, komoditas penyumbang inflasi tertinggi saat Idul Fitri yang jatuh pada April, yakni angkutan udara, daging ayam ras, emas perhiasan, telur ayam ras, dan angkutan antarkota. Tingkat inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,40 persen.
Berikutnya pada 2024, komoditas penyumbang inflasi pada momen Lebaran yang jatuh pada April, yakni emas perhiasan, bawang merah, angkutan udara, dan angkutan antarkota. Angka inflasi pada bulan itu sebesar 0,26 persen.Â
Sementara pada 2025, dengan momen Idul Fitri yang jatuh pada Maret, tingkat inflasi bulanan mencapai 2,00 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi itu, di antaranya tarif listrik, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, dan cabai merah.
"Tingginya inflasi tarif listrik pada Maret 2025 terjadi akibat berakhirnya diskon tarif listrik pada bulan sebelumnya," ujar Kadarmanto.
Pada 2026, momen Idul Fitri jatuh pada Maret, dan beberapa komoditas yang harganya tercatat naik serta memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu daging ayam ras, bensin, angkutan antarkota, beras, dan cabai merah.
Sementara itu, inflasi Jakarta secara bulanan pada Maret 2026 sebesar 0,51 persen, yang didominasi peningkatan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,46 persen, serta memberikan andil inflasi sebesar 0,30 persen,
Kadarmanto mengatakan berbagai komoditas penyumbang inflasi tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran yang bermanfaat dalam upaya pengendalian inflasi pada momen Lebaran tahun-tahun mendatang.Â
- inflasi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Kualitas Data Sosial Masih Hadapi Tantangan Serius
-
Dirut Bulog Katakan Potensi Pasar Beras RI di Arab Saudi Cukup Besar
-
Pondok Gontor Tetapkan Idul Fitri Jatuh Besok Jumat 20 Maret
-
Paus Leo XIV Peringatkan Dunia Semakin Terbiasa dengan Kekerasan
-
Allianz Life dan HSBC Hadirkan Sub-Dana Baru dengan Dividen Bulanan
-
UIN SATU Tulungagung Buka Prodi Sains & IT, Peluang Masuk Masih Terbuka Lebar
-
Terminal Penajam Bukan Sekadar Tempat Singgah, Tapi Ladang Rezeki Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.