Polda Jatim Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Lereng Bromo
Senin, 15 Sep 2025, 10:05 WIBPROBOLINGGO - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan maut di gunung Bromo, Probolinggo, Minggu (14/9). Kecelakaan ini tercatat menewaskan delapan orang penumpang bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu, dengan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.
âDengan TAA, kami bisa menelusuri kecepatan, posisi, hingga detik-detik terakhir sebelum bus itu berhenti. Ada 10 titik analisis yang kami gunakan, kalau tak ada kendala, hasil segera bisa diketahui paling lambat tiga hari," kata dia, Minggu (14/9).
Menurut dia, petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan teknologi 3D scanner untuk mengetahui proses terjadinya kecelakaan. Bus disewa oleh rombongan karyawan RSBS dengan jumlah penumpang sebanyak 52 orang.
"Kecelakaan itu tidak banyak melibatkan kendaraan, maka hasil dari olah TKP akan keluar dalam waktu tiga hari ke depan. Selama proses olah TKP, arus lalu lintas di lokasi kejadian ditutup total," ucap dia.
Bus yang membawa 52 orang rombongan keluarga karyawan RSBS Jember ini dikemudikan Al Bahri dengan kernet Mergi. Kecelakaan maut ini berawal dari Bus IND'S 88 Nopol P-7221-UG itu berjalan dari arah barat ke timur.
Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Lumbang, Probolinggo ke kiri mengalami gagal fungsi rem. Kondisi jalan dilaporkan menurun dan menikung.
Sehingga, laju kendaraan tetap ke kanan menabrak pembatas jalan sebelah kanan jalan. Selanjutnya, bus menabrak sepeda motor Nopol N-2856-OE hingga menabrak bahu jalan.
Akibat dari kecelakaan tersebut sebanyak delapan orang meninggal dunia. Sedangkan sisanya mengalami luka berat dan ringan.
Korban dilarikan ke rumah sakit terdelat. Di antaranya, di RSUD Dr Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, Puskesmas Sukapura, Lumbang dan Wonomerto.
Tiga dari delapan korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian merupakan satu keluarga. Yakni, karyawan RSBS atas nama Hendra Pratama bersama istri dan anaknya. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Bus Terjun ke Jurang di Situbondo Tujuh Luka
-
50 Rumah Terbakar di Palmerah: Penyebab dan Data Kerugian Diungkap BPBD
-
Pakistan Pasang Rudal BVR 400 Km 'AWACS-killer' pada Jet Tempur J-10C
-
Kapolda Sultra Minta Semua Elemen Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi Akibat La Niña
-
Gunung Papandayan Diserbu Ribuan Wisatawan saat Liburan Nataru
-
PPATK Berkomitmen Optimalisasi Penelusuran Aset Hasil Korupsi
-
Polres Situbondo Tangani Kecelakaan Bus Terjun ke Jurang, Tujuh Orang Luka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.