Peringatan Dini Tanah Longsor Jakarta September 2025, BPBD Imbau Waspada di Jakarta Selatan dan Timur

Senin, 15 Sep 2025, 15:15 WIB

JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta merilis peringatan dini potensi tanah longsor untuk bulan September 2025. Berdasarkan peta resmi, sebagian wilayah Jakarta masuk dalam kategori rawan gerakan tanah pada level menengah hingga tinggi.

Prakiraan wilayah potensi longsor disusun dari overlay antara peta kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG. Data tersebut bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Republik Indonesia.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram: @dkijakarta

Menurut informasi resmi, beberapa kecamatan di Jakarta Selatan berada di zona menengah-tinggi. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Sementara itu, di Jakarta Timur, wilayah yang masuk kategori serupa adalah Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo. Kedua wilayah ini dikenal memiliki kontur tanah dengan potensi rawan jika curah hujan meningkat tajam.

“Pada zona menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan,” tulis keterangan PVMBG.

Selain itu, disebutkan juga bahwa pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat kembali aktif jika dipicu oleh curah hujan yang lebat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

BPBD DKI Jakarta menekankan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Ancaman tanah longsor bukan hanya terjadi di daerah pegunungan, tetapi juga dapat mengancam wilayah perkotaan dengan struktur tanah yang rawan.

Pihak BPBD meminta seluruh aparat wilayah mulai dari lurah hingga camat agar proaktif dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban dan kerusakan.

“Kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” imbau BPBD DKI Jakarta dalam pernyataan resminya.

Peta peringatan dini juga memperlihatkan bahwa sebagian besar wilayah Jakarta berada dalam kategori potensi gerakan tanah rendah. Namun demikian, warga tetap diminta tidak mengabaikan potensi ancaman bencana.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, curah hujan ekstrem dapat memicu berbagai bencana ikutan. Selain longsor, genangan dan banjir juga menjadi ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.

BPBD menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Pemerintah, aparat wilayah, dan masyarakat diharapkan bahu-membahu menjaga kewaspadaan.

Peringatan dini ini menjadi langkah penting agar Jakarta tetap siaga menghadapi perubahan cuaca. Dengan adanya informasi lebih awal, masyarakat dapat lebih siap dan tidak panik jika terjadi potensi longsor di wilayah mereka.

Langkah mitigasi sederhana seperti memperhatikan kondisi tanah di sekitar rumah, menjaga drainase, dan melaporkan gejala retakan tanah juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Kesadaran kolektif akan membantu menekan risiko bencana.

Dengan prakiraan curah hujan yang berpotensi di atas normal, masyarakat di zona rawan diimbau tetap tenang namun waspada. Kesiapan sejak awal diharapkan mampu meminimalisir dampak kerugian di tengah cuaca ekstrem September 2025.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.