Pasar Pasang Kuda-Kuda Hadapi Keputusan BI dan The Fed, Berikut Prediksi IHSG, Selasa (16/9)
Senin, 15 Sep 2025, 23:58 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif pada perdagangan hari ini (16/9), ditopang sikap wait and see pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI serta pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons arah kebijakan moneter, di mana ketidakpastian global masih membayangi, namun momentum teknikal dan sentimen domestik relatif memberi ruang bagi penguatan indeks.
Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pasar cenderung menunggu hasil RDG BI dan FOMC Meeting The Fed. Dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (16/9), bergerak menguat dengan support 7.855 dan resistance 7.972.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/9) sore, ditutup menguat seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada pekan ini.
IHSG ditutup menguat 83,06 poin atau 1,06 persen ke posisi 7.937,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,06 poin atau 0,50 persen ke posisi 808,80.
"IHSG ditutup menguat, di tengah ekspektasi akan penurunan suku bunga The Fed dan harapan membaiknya ekonomi domestik ," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, The Fed menyelenggarakan The Federal Open Market Committee (FMOC) pada 16-17 September 2025 pekan ini, dengan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar menantikan hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta beberapa indikator data ekonomi Tiongkok.
Data industrial production Tiongkok Agustus 2025 tumbuh 5,2 persen year on year (yoy), atau turun dari sebelumnya 5,7 persen (yoy) pada Juli 2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak Agustus 2024, yang disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan di aktivitas manufaktur.
Penjualan ritel Tiongkok Agustus 2025 juga melambat menjadi 3,4 persen (yoy), dari sebelumnya 3,7 persen (yoy) pada Juli 2025, serta merupakan pertumbuhan paling kecil sejak November 2024.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar mencermati data tingkat pengangguran di Inggris periode Juli 2025, yang diperkirakan stabil di level 4,7 persen.
Dari kawasan Eropa, Jerman akan merilis data ZEW Economic Sentiment Index September 2025 yang diperkirakan turun di level 25 dari 34,7 pada Agustus 2025, yang juga mengalami penurunan akibat kekecewaan terhadap trade-deal Uni Eropa-AS.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham.
Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,33 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor energi yang naik sebesar 2,31 persen dan 2,06 persen.
Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,16 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu REAL, SURI, BULL, INDX dan DWGL. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni VOKS, AMIN, INDR, AMMS dan MPXL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.147.110 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,17 miliar lembar saham senilai Rp17,06 triliun. Sebanyak 470 saham naik 209 saham menurun, dan 126 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 395,62 poin atau 0,89 persen ke 44,768,12, indeks Shanghai melemah 10,09 poin atau 0,26 persen ke 3.860,50, indeks Hang Seng menguat 58,40 poin atau 0,22 persen ke posisi 26.446,56, dan indeks Straits Times melemah 5,82 poin atau 0,13 persen ke 4.338,42.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Kemenkum: Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta
-
Rockets Tahan Laju Lakers, Spurs di Ambang Lolos Berkat Aksi Impresif Wembanyama
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.