Pasar Menantikan Keputusan The Fed dan BI, Berikut Prediksi IHSG Awal Pekan Ini
📅 Minggu, 14 Sep 2025, 23:59 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adhaam
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif pada awal pekan ini. Investor fokus terhadap pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat pasar yakin The Fed dalam rapat pada 16-17 September mendatang bakal memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi di kisaran 4,0-4,25 persen. Di dalam negeri, pasar memperkirakan RDG BI bakal memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya.
Karenanya, Alrich memproyeksikan IHSG dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (15/9), berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level support di 7.730 serta resistance di 8.020.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/9) sore, ditutup menguat 106,16 atau 1,37 persen ke posisi 7.854,06 seiring sentimen positif pengalihan dana senilai 200 triliun rupiah dari Bank Indonesia (BI) ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,90 poin atau 1,25 persen ke posisi 804,74.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bahwa pemerintah telah mulai menyalurkan kas negara yang disimpan di Bank Indonesia (BI) kepada lima bank milik negara senilai 200 triliun rupiah, juga direspons positif oleh investor,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mencairkan dana senilai 200 triliun rupiah dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) di BI ke sebanyak lima Himbara pada Jumat (12/9) sore ini.
Adapun, kelima bank itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan dana masing-masing senilai Rp55 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) senilai Rp25 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) senilai Rp10 triliun
Pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati Rapat Dewan Gubarnur (RDG) BI pada 16-17 September 2025, yang diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 5 persen.
Dari mancanegara, pelaku pasar fokus terhadap pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 16-17 September 2025 pekan depan, yang menurut konsensus akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,0-4.25 persen dari 4,25-4,50 persen.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,52 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang teknologi yang naik masing-masing sebesar 1,63 persen dan 1,37 persen..
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.854.922 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,88 miliar lembar saham senilai 17,86 triliun rupiah. Sebanyak 405 saham naik, 251 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!