Pemprov Papua Tengah Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Atasi Stunting
Jumat, 12 Sep 2025, 08:15 WIBJAYAPURA â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengajak semua pihak berkolaborasi untuk mengatasi masalah stunting di daerah ini.
Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley dalam siaran pers diterima di Jayapura, Kamis (11/9), mengatakan penanganan stunting merupakan perhatian lintas sektor tidak hanya oleh Dinas Kesehatan, terutama dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan balita.
"Sebab kualitas gizi sejak masa kehamilan akan menentukan tumbuh kembang serta kesehatan anak yang dilahirkan," katanya.
Dia menjelaskan keberhasilan dalam upaya penurunan stunting di Papua Tengah ditentukan oleh kebersamaan, baik pemerintah maupun instansi terkait lainnya.
"Jika hanya dilakukan oleh satu instansi maka penanganan stunting tidak berjalan maksimal sehingga dibutuhkan lintas sektor, lintas agama, dan lintas budaya," ujarnya.
Dia menjelaskan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang dilakukan saat ini merupakan kesempatan yang tepat untuk semua pihak bersama-sama dan berkomitmen dalam menekan kasus stunting.
"Kami semua harus saling mendukung sehingga upaya percepatan stunting di Papua Tengah bisa tercapai," katanya.
Dia mengatakan falsafah lokal Papua yaitu "Satu Tungku Tiga Batu" merupakan simbol dalam penanganan stunting.
"Filosofi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga," ujarnya.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) prevalensi stunting di Papua Tengah hingga Desember 2024 11,58 persen atau turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya yang 11,76 persen.
- Cegah Stunting
- Pemprov Papua Tengah
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Patra Niaga Kalimantan Pastikan Distribusi BBM Makin Kondusif
-
Tingkat prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara
-
Perkuat Tata Kelola Lingkungan di Kawasan Industri, Kemenperin Sosialisasikan Permenperin 2/2026
-
Lebaran Tanpa Biaya! Bank Mandiri Lepas 215 Bus untuk 10.000 Pemudik Gratis 2026
-
Kemenag: Hilal 1 Syawal Belum Memenuhi Kriteria MABIMS di Merauke
-
FIFA Digugat Soal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Final Tembus Rp2 Miliar
-
Kemendag: Pemerintah Perkuat Penetrasi Produk Pangan Unggulan di Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.