Pemerintah Bentuk Tim Khusus Percepat Program Prioritas Nasional
Jumat, 12 Sep 2025, 22:50 WIBJakarta - Pemerintah akan membentuk Tim Akselerasi Percepatan Program Prioritas yang melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Tim ini dibentuk guna memastikan realisasi anggaran program prioritas Presiden Prabowo berjalan lebih optimal.
"Nanti Pak Menko (Airlangga Hartarto) dengan kami, dengan satu menteri (Rosan Roeslani) lagi akan membentuk Tim Akselerasi Percepatan Program Prioritas supaya semua programnya bisa berjalan dengan baik," kata Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Jumat (12/9).
Tim ini akan fokus pada program-program yang selama ini terhambat, terutama dalam penyerapan anggaran dan efektivitasnya dalam mendorong pembangunan.
"Jadi selama ini yang macet-macet akan kita lancarkan, dan dana-dana saya yang nganggur akan saya optimalkan untuk pembangunan sesuai dengan petunjuk Pak Menko juga," kata dia.
Purbaya menerangkan, kerja tim nantinya bukan sekadar memberikan dampak jangka pendek. Ia juga memastikan upaya percepatan akan menghasilkan efek jangka panjang yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Lebih lanjut, menanggapi realisasi penerimaan pajak hingga semester I yang masih terkontraksi, menurut Purbaya perlambatan belanja negara memang turut memengaruhi kinerja penerimaan.
"Makanya kita menciptakan program pembangunan percepatan ini kan. Karena mungkin kuartal III agak lambat sedikit, belanjanya dan ekonomi agak melambat. Tapi saya yakin bulan Oktober, November, Desember semuanya akan berbalik arah," tuturnya.
Dirinya optimistis target penerimaan dan pertumbuhan ekonomi masih bisa tercapai, meski jika realisasi tetap di bawah perkiraan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang memadai.
âKalau itu jalan, semua program ini jalan, saya yakin target-targetnya akan tercapai dan pertambahan ekonomi akan setinggi yang kita prediksi sebelumnya,â tutupnya.
Adapun Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan delapan program prioritas untuk tahun 2026.
Program pertama adalah penguatan ketahanan pangan dengan alokasi dana Rp164,4 triliun.
Kedua, ketahanan energi dengan anggaran Rp402,4 triliun.
Ketiga, program makan bergizi gratis (MBG) senilai Rp335 triliun.
Keempat, program pendidikan dengan total anggaran Rp757,8 triliun.
Kelima, program kesehatan yang dialokasikan Rp244 triliun.
Keenam, program koperasi desa/kelurahan Merah Putih sebesar Rp181,8 triliun.
Ketujuh, pertahanan semesta dengan dana Rp424,8 triliun.
Kemudian kedelapan, program percepatan investasi dengan dukungan APBN Rp530 triliun serta tambahan dari Danantara sebesar Rp720 triliun.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jalan, Irigasi, Sekolah Rakyat Dikebut: Kementerian PU Kawal Ketat Program Prioritas Presiden
-
Final Four Proliga 2026: JPE Gagal Raih Kemenangan di Laga Perdana
-
Nasib Kurang Bagus Dialami Jafar/Felisha dalam Undian Malaysia Open
-
Babak Baru Kasus Bandung Zoo, Pemkot Bandung Surati Kemenhut Minta Semua Satwa Diambil Alih
-
Kemnaker Catat 938 Ribu Peluang Kerja Tersedia pada Periode Januari-September 2025
-
Mendagri: Inspektorat Daerah Harus Kawal Program Prioritas dan TKD
-
Dukung Program Tiga Juta Rumah, Mendagri Pacu Daerah Perbanyak Penerbitan PBG bagi MBR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.