Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Longsor Tambang di Grasberg: Pencarian 7 Pekerja Freeport Berpacu dengan Waktu

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Longsor Tambang di Grasberg: Pencarian 7 Pekerja Freeport Berpacu dengan Waktu Doc: ANTARA.
Ket. Pandangan dari udara lokasi pengolahan mineral PT Freeport Indonesia, di Papua.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti kompleksitas dan risiko tinggi dalam proses evakuasi tujuh pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang masih terjebak longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Papua Tengah.

Meski dua terowongan darurat telah digali, proses evakuasi menghadapi tantangan besar akibat kondisi geologi yang labil dan keterbatasan akses.

Situasi ini menunjukkan bahwa keselamatan kerja masih menjadi isu krusial di sektor pertambangan, terutama pada operasi skala besar dengan tingkat bahaya yang tinggi.

Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan tujuh pekerja PTFI yang terjebak longsor tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave belum ditemukan, meskipun telah menggali dua terowongan.

“Dua terowongan yang baru dibuat sudah sampai di titik lokasi awal, tempat pegawai yang terjebak tadi. Tetapi, yang bersangkutan (pekerja yang terjebak) tidak ada di lokasi,” ujar Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/9).

Yuliot menjelaskan bahwa mulanya, ketika longsor material terjadi, tujuh pekerja yang terjebak masih bisa berkomunikasi dengan tim Freeport menggunakan handy talkie (HT).

Dari komunikasi tersebut, disimpulkan titik lokasi awal para pekerja terjebak, dan estimasi awal tim Freeport bisa mencapai titik tersebut adalah 30 jam.

Akan tetapi, setelah 30 jam, meskipun Freeport sudah menggali 2 terowongan baru untuk mencapai titik tersebut, para pekerja yang terjebak belum dapat ditemukan. Kemungkinan, ujar Yuliot, para pekerja belum ditemukan karena situasi tambang bawah tanah yang berliku-liku.

Selain itu, HT yang semula menjadi sarana komunikasi pun tidak lagi berfungsi.

“Komunikasi ini mungkin (terputus karena) habis baterai atau apa, ini sudah putus komunikasi,” kata dia lagi.

Akan tetapi, ujar dia pula, tim di lapangan masih berusaha untuk menelusuri terowongan tersebut. Situasi tersebut menyebabkan Yuliot belum bisa memberi estimasi terbaru ihwal kapan para pekerja Freeport yang terjebak longsoran dapat ditemukan.

“Karena kondisinya agak berbeda dari perkiraan awal, jadi kami usahakan (ditemukan) secepatnya,” kata Yuliot.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut jajarannya mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki untuk menyelamatkan tujuh pekerja yang hingga kini masih terjebak dalam area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.

Tim tanggap darurat PTFI, katanya lagi, bekerja tanpa henti membuka akses ke lokasi perkiraan keberadaan ketujuh pekerja dengan bantuan alat berat, bor, dan drone, meski terkendala material basah aktif, sambil berupaya memulihkan kembali akses komunikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Inggris Segera Larang Anak ...
Nasional
KPK Tangkap Tangan Bupati M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
IHSG Hari Ini Tertekan Dua Arah Sekaligus, Pasar Kehilangan Momentum

IHSG Hari Ini Tertekan Dua Arah Sekaligus, Pasar Kehilangan Momentum

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.