Curhat Nelayan Banten Soal BBM dan Pendangkalan Alur, Gubernur: Saatnya Cari Solusi Nyata
Jumat, 12 Sep 2025, 04:15 WIBSERANG -Â Gubernur Banten Andra Soni mendorong dialog bersama nelayan untuk membahas solusi persoalan perikanan, mulai dari pendangkalan alur, distribusi BBM subsidi, hingga dampak industri yang merugikan nelayan kecil.
Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan segera menindaklanjuti aspirasi nelayan yang disampaikan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten.
âSaya minta dalam waktu yang sangat segera Ibu Kadis (Kepala Dinas) Kelautan dan Perikanan membuat forum dengan saya dan teman-teman HNSI. Jadi saat diskusi bukan lagi curhatan, tapi sudah sama-sama mencari solusi,â kata dia di Serang, Kamis (11/9).
Dia menjelaskan penyelesaian atas persoalan yang muncul dari lapangan terkait dengan perikanan dan kelautan akan menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah.
Ia menekankan perlunya melibatkan lebih banyak pihak dalam penyusunan program pembangunan agar usulan dari masyarakat terakomodasi.
âSaya ingin diskusi langsung, bahkan kalau bisa di lokasi nelayan, supaya kita bisa melihat kondisi riil,â ujarnya.
Andra menyebut Banten memiliki karakter laut berbeda antara wilayah utara dan selatan, sehingga penanganan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
âSemangat dari HNSI adalah semangat solusi, semangat perbaikan, dan pemanfaatan laut yang lebih maksimal. Semangat dari kita adalah bagaimana nelayan sejahtera,â katanya.
Ia mencontohkan laporan terkini terkait dengan nelayan di wilayah selatan yang tidak bisa melaut akibat cuaca.
Menurut dia, kondisi itu memerlukan langkah-langkah penanganan yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah.
âYang menjadi kewenangan pusat kita akan komunikasikan, yang menjadi kewenangan kabupaten/kota juga akan kita diskusikan,â ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI Banten Neneng Sri Hastuti Handayani menyatakan aspirasi utama nelayan berkaitan dengan pendangkalan alur, distribusi BBM subsidi, serta pelibatan organisasi dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
Ia menjelaskan pendangkalan alur membuat nelayan sering kesulitan melaut.
Selain itu, akses BBM subsidi belum merata hingga desa pesisir.
âKami minta solusi agar kuota BBM ditambah dan izin lebih mudah diakses nelayan kecil,â katanya.
Neneng juga menyoroti dampak industri yang kerap menyempitkan alur tangkap dan maraknya pelanggaran kapal tongkang yang merugikan nelayan kecil.
âKami sudah berkoordinasi dengan perusahaan, tapi sering tidak ditindaklanjuti. Kami berharap aturan yang lebih tegas dari Pak Gubernur,â ujarnya.
- nelayan
- bbm
- gubernur banten
- pendangkalan alur
- andra soni
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi Dilaksanakan Umat Hindu Magelang
-
Update Wilayah Rawan Longsor Jakarta Maret 2026: Lokasi, Penyebab, dan Cara Mitigasi
-
Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemprov DKI Gelar Pasar Murah Ramadan di 44 Kecamatan
-
Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini untuk Tentukan Arah Perjalanan Bangsa
-
Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA: 4.401 Huntara Rampung
-
Jakarta Popsivo Polwan Raih Kemenangan Lawan Medan Falcons
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.