Transparansi Dana BOSP Menjadi Fondasi Pendidikan Bermutu
Kamis, 11 Sep 2025, 23:30 WIBJakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan transparansi dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) dan validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi fondasi bagi pendidikan bermutu.
Oleh karena itu, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kemendikdasmen menggelar Sosialisasi Kebijakan Dana BOSP dan Dapodik Tahun 2025.
âDana BOSP adalah instrumen strategis untuk memastikan sekolah tetap dapat beroperasi dengan dukungan biaya operasional yang adil, transparan, dan merata. Sedangkan Dapodik menjadi tulang punggung data pendidikan agar setiap kebijakan berbasis data yang akurat,â ujar Wamendikdasmen Atip di Jakarta pada Kamis.
Ia juga menyampaikan sejumlah program prioritas Kemendikdasmen yang sedang berjalan, diantaranya ialah revitalisasi sekolah yang mana lebih dari 13.000 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan anggaran Rp16,9 triliun di 552 pemerintah daerah, 4.818 kecamatan, dan 9.183 desa.
Program ini, lanjutnya, tidak hanya membangun sarana fisik, namun juga memperkuat kurikulum, kompetensi guru, serta hubungan sekolah dengan masyarakat.
Selanjutnya, program prioritas lainnya ialah digitalisasi pendidikan yang menyasar sekitar 300 ribu satuan pendidikan untuk mendapatkan dukungan digitalisasi pembelajaran guna memperkuat literasi dan numerasi dengan memanfaatkan teknologi digital.
Adapun dana BOSP sebagai dana yang strategis, hadir untuk menjaga eksistensi sekolah dengan pemberian biaya operasional sehingga validitas Dapodik memainkan peran penting dalam memastikan setiap anak dan setiap sekolah tercatat, terdata dan terlayani.
âDi tengah dinamika sosial dan tantangan zaman, sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak. Saya berpesan kepada dinas pendidikan agar melindungi peserta didik dari provokasi, disinformasi, dan pengaruh negatif, baik dari jalanan maupun dari derasnya arus digital,â imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menyampaikan Dapodik dan dana BOSP ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
âDapodik menyediakan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar perencanaan, sementara dana BOSP menjadi instrumen pendanaan strategis yang memastikan setiap anak Indonesia mendapat layanan pendidikan tanpa terkecuali,â ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kualitas data Dapodik saat ini berada pada tingkat yang cukup baik, dengan nilai kelengkapan 88,6, validitas 77,8, dan mutakhir 87,7.
Namun demikian, perbaikan terus diperlukan untuk menjaga konsistensi, ketepatan dan pemutakhiran data.
âAdapun tantangan besar Dapodik adalah menjaga kualitas data yang konsisten dan tepat waktu, agar benar-benar menjadi dasar kebijakan pendidikan yang akurat,â katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Pertamina: Stok BBM di Halmahera Tengah Aman
-
345 Kapal Dikerahkan, Pertamina Pastikan BBM dan LPG Tersalurkan ke Seluruh Indonesia
-
Cara Cek Status PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Pakai NIK dan NISN
-
Angkutan Lebaran Berjalan Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports, Ini 5 Indikatornya
-
Pembangunan Pendidikan Tidak Membedakan Sekolah Negeri dan Swasta
-
Pemprov DKI dan BPIP Revitalisasi Mapel Pancasila di Semua Jenjang Pendidikan
-
Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.